CHRIS JOHN BERTEKAD MENYATUKAN  GELAR JUARA DUNIA TINJU KELAS BULU

-

-

Chris John, The Dragon, Super Champion, juara dunia tinju kelas bulu versi badan tinju WBA (World Boxing Association/Persatuan Tinju Dunia), yang pada tanggal 24 Oktober 2008 lalu berhasil mempertahankan gelarnya  (pertarungan mempertahankan gelar yang ke 10) setelah mengalahkan petinju Jepang, Hiroyuki Enoki, di Korakuen Hall, Tokyo, bertekad untuk mempersatukan (unifikasi) gelar juara dunia   tinju  “kelas bulu” (featherweight) dari badan tinju dunia lainnya.

-

Ini berarti Chris John harus bisa mengalahkan juara dunia tinju kelas bulu versi badan tinju IBF, Gamboa (Kuba) usia 29 tahun, versi badan tinju WBC, Jhonny Gonzales (Meksiko) usia 29 tahun dan versi badan tinju WBO, Orlando Salido Rivera (Meksiko) usia 30 tahun, dimana sampai saat ini mereka masih memegang gelar juara dunia yang sewaktu-waktu bisa saja direbut oleh petinju lain. (I.Dn.)

-

========================================

-

Chris John Lawan Juarez Berakhir Seri

-

cj-1x-

cj-2-

Walau hanya berhasil membukukan hasil seri dalam duel ketat 12 ronde antara juara dunia kelas bulu versi WBA, Chris Jhon, melawan  penantangnya, Rocky Juarez, pada tanggal 28 Februari 2009 (Minggu pagi/siang di Indonesia), Chris Johntetap berhak menyandang gelar juara WBA kelas bulu.

-

Dalam pertandingan tersebut, Chris John memang tampil bagus, dengan gerakan ke kanan dan ke kiri untuk menghindari pukulan keras Juarez. Dia juga tidak tampil sebagai ‘pengecut’ untuk bermain murni pukul lari, namun Chris tampil gagah berani dengan memberi peluang terjadinya jual beli pukulan. Pukulan Chis John juga tampak lebih cepat, walau harus diakui pukulan Juarez lebih keras. Secara ring generalship atau penguasaan ring, Chris John jelas lebih unggul dari Juarez yang monoton dengan gerakan melulu maju ke depan.

-

Juarez yang tampak begitu agresif di dua ronde terakhir, apalagi di ronde 12, mungkin menyadari sudah ketinggalan angka, jadi dia berusaha keras memukul KO Cris John. Namun hal itu hanya mampu mengejar ketinggalan angka.

-

Dengan didukung sekitar 15.000 penonton di kota Houston yang memadati Toyota Center, pukulan Juarez yang menyerempet saja, langsung disambut teriakan membahana para penonton. Mungkin support para penonton terhadap Juarez  mempengaruhi penilaian para hakim.

========


Tanding Ulang Chris John vs Rocky Juarez bulan Juni ?

-

18 Maret 2009-

-

GBP diberitakan sedang mengupayakan dengan keras bahwa tanding ulangChris John vs Rocky Juarez bisa dilaksanakan pada 27 Juni 2009 di Stapples Center, Los Angeles. pertandingan pertama, CJ vs Juarez dinyatakan seri, padahal beberapa pengamat tinju menilai Chris John layak memenangkan pertandingan.-

-

“Saya bekerja sekuat mungkin untuk mewujudkan pertandingan ulang ini. Rocky Juarez sadar, ini adalah kesempatan terakhirnya meraih gelar juara dunia. Jika kamu tanya dia penampilan terbaiknya, dia akan menjawab pertandingan melawan Marco Barrera di Stappes Center adalah pertandingan terbaik dia. Chris John adalah petinju hebat, banyak orang yang menilai dia memenangkan pertandingan (lawan Juarez) tersebut,” ujar CEO GBP Richard Schaeffer seperti dikutip East Side Boxing dari Majalah The Ring.

-

Asisten manajer CJ, Tony Priatna, membenarkan berita tersebut, walaupun dia mengakui kontrak belum ada, namun arah pembicaraan sudah mengerucut. “Yang kami minta, pertandingan tidak lagi di Texas,” jelas Tony. Dia mengisahkan bahwa CJ begitu tertekan dan grogi akibat perlakuan tidak terpuji ribuan supporter Juarez, terutama saat CJ berjalan melewati barisan penonton. Mereka berteriak-teriak menghujat CJ , mengancam, dan meneriakkan kata-kata kotor yang tidak pantas diungkapkan di sini. “Chris benar-benar grogi saat itu,” jelas Tony.
-
Untunglah CJ bermental baja, dia mampu memerangi semua tekanan itu, dan mampu mengungguli Juarez. Di atas ring dia mampu menundukkan Juarez, beserta ribuan pendukung, namun dia gagal mengungguli para hakim yang memberikan penilaian draw.

-

=======

-

CHRIS JOHN AKHIRNYA MEMENANGKAN PERTARUNGAN ULANG LAWAN JUAREZ

CJ

LAS VEGAS, KOMPAS.com — Hebat ! Meskipun sempat sempoyongan, Chris John berhasil mempertahankan gelar juara kelas bulu WBA setelah menang angka atas Rocky Juarez. Dalam pertarungan yang berlangsung di MGM Grand Arena, Las Vegas, Nevada, Amerika Serikat, Sabtu (19 September 2009) atau Minggu pagi WIB, 3 hakim memberikan angka 114-113, 116-116, 117-111 untuk The Dragon.

-

Dengan demikian, Chris John untuk ke-12 kalinya mampu mengamankan gelarnya dari ancaman lawan, sejak dia merebutnya dari petinju Kolombia, Oscar Leon, di Bali pada 2003. Sementara bagi Juarez, kegagalan ini semakin melengkapi “kutukan”-nya sebagai petinju yang tidak pernah juara karena dari lima kali percobaannya, dia selalu gagal.

-

Sebelumnya, kedua petinju ini juga pernah bertemu pada 28 Februari 2009 lalu di Houston, Texas, AS. Namun, duel itu berakhir imbang karena ketiga hakim memberikan poin yang sama, 114-114. Karena itu, Golden Boy Promotion yang berada di belakang kubu Chris John merancang pertarungan ulang ini.

-

Meskipun tampil dengan minim dukungan karena tempat pertarungan dipadati penonton tuan rumah, Chris John tampak tenang. Pada ronde pertama Chris John tampil sangat hati-hati dan berusaha agar Juarez tak bisa melepaskan hook-nya yang keras. Taktik ini cukup berhasil karena meskipun agresif, Juarez tak mampu memasukkan pukulannya dengan telak. Pasalnya, ketika Juarez mendekat Chris John langsung melakukan clinch (merangkul).

-

Di ronde kedua, Chris John berusaha mendikte lawan. Dia menjaga jarak sehingga bisa melepaskan jab dan straight. Sementara itu, Juarez kesulitan memperoleh jarak pukul yang ideal.
-
Merasa kesulitan di dua ronde awal, Juarezlangsung mengambil inisiatif menyerang ketika bel ronde ketiga berbunyi. Namun, hal tersebut tak membuat Chris John terpengaruh. “The Dragon” tetap konsisten dengan taktik dan strategi bermain jarak jauh sehingga dia justru memperoleh keuntungan karena menjelang akhir ronde ini, Chris John mampu melepaskan hook kanan yang mendarat telak  diwajah Juarez.

-

Seperti pada ronde-ronde sebelumnya, Chris John tetap memanfaatkan keunggulan jangkauannya. Jab dan straight-nya kerab menghujam wajah Juarez meskipun lawan yang mendapat dukungan suporter juga bisa melepaskan hook yang cukup telak mendarat di wajahnya.

-

Pada ronde 10, sebuah jab Juarez ke rahang sempat membuat kepala Chris John goyang, tetapi situasi ini tak terlalu mengkhawatirkan karena Chris John masih bisa mengatasi keadaan. Sebelum Juarez melancarkan serangan lanjutan, Chris John lebih dulu melakukan clinch.
-
Namun, di dua ronde terakhir, Juarez yang merasa kehilangan banyak angka berusaha bangkit. Agresivitasnya membuat Chris John yang sudah kehabisan stamina sangat kesulitan untuk menghindar. Terpaksa, clinch tetap menjadi satu-satunya senjata ampuh.

-

Puncaknya terjadi pada ronde ke-12 karena Chris John sempoyongan ketika mendapat sebuah upper-cut dari Juarez. Beruntung, “The Dragonbisa mengatasi keadaan karena dengan tenaga tersisa dia bertahan sampai bel tanda pertarungan usai berbunyi. Chris John pun selamat dari serangan Juarez, dan dia dinyatakan menang angka dalam duel melelahkan sepanjang 12 ronde tersebut.

-

Dengan kemenangan ini, Chris John menambah rekor bertarungnya menjadi 45-43-2 (45 kali bertanding, 43 menang, 2 seri/draw, 22 KO). Sementara itu, rekor Juarez yang merupakan peraih medali perak Olimpiade Sydney 2000 menjadi 29-5-1 (20 KO). (SumberKompas.com)

======

-

CHRIS JOHN BERHASIL MEMPERTAHAN GELAR JUARA LAWAN FERNANDO SAUCEDO

--

Juara dunia tinju kelas bulu World Boxing Association (WBA), Chris John berhasil mempertahankan gelar juara dengan membukukan kemenangan angka mutlak atas penantang peringkat 15 WBA dari Argentina, Fernando Saucedo, di Stadion Tenis Tertutup Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Minggu malam (5/12/2010).
-

Chris John telah diperintahkan oleh WBA untuk menghadapi Gamboa dalam pertarungan wajib (mandatory fight) berikutnya.

-

“Rencana pertarungan selanjutnya melawan Gamboa sepenuhnya saya serahkan kepada manajer saya. Namun demikian, saya ingin pertarungan dapat dilaksanakan di Indonesia,” tutur Chris John dalam konferensi pers seusai mengalahkan Saucedo.
-

Gamboa, juara dunia International Boxing Federation (IBF), diperkirakan menjadi lawan paling tangguhChris John selama kariernya di ring tinju profesional.
-
Petinju kelahiran
Guantanamo, 23 Desember 1981 ini, telah malang-melintang di ring tinju amatir sebelum menjadi petinju profesional. Prestasi puncaknya di ring tinju amatir yaitu meraih medali emas Olimpiade Athena 2004 dan juara Kejuaraan Dunia Tinju Amatir 2006.
-
Sepanjang karier tinju profesionalnya,
Gamboa membukukan rekor 20 kali menang (16 kali dengan KO) dan sama sekali belum pernah kalah. Dalam pertarungan terakhirnya 27 Maret 2011 WIB di Antlantic City, New Jersey, AS, Gamboamenang TKO di ronde ke 4 atas petinju Meksiko, Jorge Solis.

-
-Dikelas bulu WBA, juara kelas ini dinyatakan lowong. Chris John disebut sebagai superchampion (dalam masa reses). Sementara itu Gamboa disebut sebagai juara unifikasi WBA dan IBFsetelah menang angka atas Orlando Salido, September 2010 lalu.
-
Menanggapi keinginan
Chris John agar dapat tampil di Indonesia itu, Promotor Raja Sapta Oktohari menyatakan akan mengupayakannya.
-
“Kita lihat nanti dan saya akan
mengupayakan pertandingan Chris John berikutnya tetap di Indonesia. Saya merasa puas dengan hasil penyelenggaraan pertarungan kali ini,” tutur Raja Sapta Oktohari. (Sumber: Metrotv).

-

PARA JUARA DUNIA TINJU “KELAS BULU”(FEATHERWEIGTH) / 57,2 Kg  SAAT INI

-

1. Versi WBA

(World Boxing Association/Persatuan Tinju Dunia)

-

CHRIS JOHN (Super Champion)

-

-

Nama lengkap : Yohannes Christian John.

Julukan : The Dragon, Super Champion.

Kebangsaan : Indonesia.

Lahir :  14 September 1979 (usia 31).

Tinggi : 1,71 m.

Jangkauan tangan : 170 cm

-

Merebut gelar juara dunia ad-interim dari Oscar Leon: 26 September 2003. Tak lama kemudian WBA “menghibahkan” gelar juara definitif kepada Chris John setelah juara bertahan Derrick Gainer (AS) kalah angka dari Juan Manuel Marquez (Meksiko, juara IBF). Saat itu sesuai peraturan badan tinju WBA, Marquez dinyatakan sebagai juara super (super champion) WBA karena berhasil menyatukan 2 gelar WBA dan IBF, sedangkan Chris John sebagai juara reguler.

-

Pada 27 Juni 2009 WBA menganugerahkan gelar Super Champion kepada Chris John di Los Angeles, Amerika Serikat, karena petinju itu berhasil mempertahankan gelarnya 10 kali berturut-turut tanpa putus. Untuk itu Chriss John diberi kesempatan selama 2,5 tahun untuk tidak melakukan tarung wajib atau mandatory fight.

-

Rekor bertanding : Total 46. Menang 44 (KO 22). Kalah 0. Seri 2. Bertanding mempertahankan gelar sebanyak 13 kali.

-

-

YURIORKIS GAMBOA (WBA+IBF Unified Champion)

-

gamboa-

Nama lengkap : Yuriorkis Gamboa Toledano.

Julukan : El Ciclon de Guantanamo.

Kebangsaan : Kuba.

Lahir :  23 Desember 1981 (usia 29).

Tinggi : 1,68 m.

Jangkauan tangan : …..

Memenangkan gelar juara dunia ad-interim melawan Jose Rojas : 17 April 2009.

Rekor bertanding : Total 20. Menang 20 (KO 16). Kalah 0. Seri 0.

-

-

2. Versi IBF

(International Boxing Federation / Federasi Tinju Internasional)

-

 YURIORKIS GAMBOA TOLEDANO

-

Mengalahkan juara dunia versi IBF sebelumnya, Orlando Salido, dengan angka pada September 2010)

-

-

3. Versi WBC

(World Boxing Council / Dewan Tinju Dunia)

-

JHONNY GONZALES

-

-

Nama lengkap : Jhonny Gonzales.

Nama julukan : Raton (Mouse).

Kebangsaan : Meksiko.

Lahir : 15 September 1981 (usia 29).

Tinggi: 1,70 m.

Merebut gelar juara dunia dari Ozumi Hazegawa 8 April 2011.

Rekor bertanding : Total 55 Menang 48 (KO 42). Kalah 7 . Seri 0.

-

-

4. Versi WBO

(Worl Boxing Organization / Organisasi Tinju Dunia)

-

ORLANDO SALIDO RIVERA

-

-

Nama lengkap : Orlando Salido Rivera.

Julukan : Siri.

Kebangsaan : Meksiko.

Lahir : 16 Nopember 1980 (usia 30 tahun).

Tinggi : -

Merebut gelar juara dunia dari Juan Manuel Lopez : 17 April 2011.

Rekor bertanding : Total 44. Menang 32 (KO 21). Kalah 10. Seri 2.

-

——————————

(Sumber : Wikipedia, www.newmexicoboxing.com )

-

-

EX JUARA TINJU DUNIA DARI INDONESIA

-

ELLYAS PICAL

3 kali juara dunia kelas “bantam yunior”/”super terbang” versi IBF.

-

Nama lengkap : Ellyas Pical

Julukan : The Exocet (merujuk nama rudal Perancis yang digunakan oleh Inggris dalam Perang Malvinas yang berkecamuk pada masa jaya Pical saat itu).

Lahir : di Saparua, Ambon, 24 Maret 1960.

Rekor bertanding : Total pertandingan profesional 26. Menang 20 (11 KO). Kalah 5. Seri 1.

-

Merebut juara dunia kelas bantam yunior IBF dari petinju Korea Selatan, Chun Ju-Do, di Jakarta pada tanggal 3 Mei 1985.  Mempertahankan gelar melawan petinju Australia, Way Mulholland, 25 Agustus 1985, namun setelah itu dikalahkan oleh petinju Republik Dominika, Cesar Polanco dengan angka di Jakarta.

-

Tanggal 5 Juli 1986 Pical mampu membalas kekalahannya atas Polanco dengan KO di Jakarta, pada pertandingan kedua (revance). Sempat mempertahan gelar yang ke 2 ini melawan petinju Korea Selatan, Dong-chun Lee. Pada tahun 1987 Pical terpaksa menyerahkan gelarnya kepada petinju Thailand (juara dunia versi WBA), Khaosai Galaxi, dengan kekalahan KO.

-

Setelah mengalami depresi berbulan-bulan karena kekalahannya dari Galaxi, Pical mampu bangkit kembali dan merebut gelar juara IBF kelas bantam yunioryang ke 3 ketika mengalahkan juara bertahan waktu itu Tae-ill Chang, dari Korea Selatan.

-

Sempat mempertahankan gelarnya selama 2 tahun, sampai akhirnya pada tanggal 4 Oktober 1989 dikalahkan oleh petinju Kolombia, Juan Polo Perez, pada pertarungan di Ronoake, Voriginia, AS.

-

Sejak itu namanya mulai tenggelam dan kondisi ekonomi ex sang juara dunia ini cukup memprihatinkan. Pical yang tidak lulus SD ini kemudian bekerja sebagai petugas keamanan (satpam) di sebuah diskotik di Jakarta. Nasibnya cukup tragis, pada tanggal 13 Juli 2005 ia ditangkap oleh polisi karena melakukan transaksi narkoba di sebuah diskotik. Pical lalu divonis hukuman penjara selama 7 bulan oleh Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

-

Kejadian tersebut sempat menuai kritikan dari berbagai pihak yang menyoroti tiadanya jaminan hidup yang diberikan oleh pemerintah kepada atlit yang telah mengharumkan nama negara. Habis manis, sepah dibuang ….. ?

-

NICO THOMAS

Juara dunia kelas “terbang mini” (47,6 Kg) versi IBF.

-

-

Nama lengkap : Nicholas Thomas.

Lahir : di Ambon, 10 Juni 1966.

Rekor bertanding : Merebut gelar juara dunia kelas “mini terbang” dengan mengalahkan petinju Thailand, Samuth Sithnaruepol dengan angka di Jakarta pada tanggal 17 Juni 1989.  Namun gelar yang dipegangnya hanya bertahan kurang dari 100 hari saja. Pada tanggal 21 September 1989 Thomas kalah KO di ronde ke 5 dari petinju Philipina, Eric Chavez, dalam pertarungannyadi Jakarta.

-

MUHAMMAD RACHMAN

Juara dunia kelas “terbang mini” (47,6 Kg) versi IBF.

-

-

Nama lengkap : Mohammad Rachman Sawaludin bin Suhaimat.

Lahir : di Merauke, Papua, tanggal 23 Desember 1971.

Rekor bertanding : Merebut gelar juara dunia IBF kelas terbang mini, saat dia berhasil mengalahkan petinju Kolumbia, Daniel Reyes, pada tanggal 14 September 2004. Rachman tercatat telah mepertahankan gelarnya sebanyak 3 kali, yaitumelawan petinju Thailand, Fahlan Sakreerin, dengan “technical draw” (seri)pada 5 April 2005, melawan petinju Meksiko, Omar Soto, dengan menang KO di ronde ke 6 pada tanggal 6 Mei 2006 dan melawan petinju Filipina, Benjie Sorolla, dengan menang KO di ronde ke 6 tepat pada hari ulang tahunnya yang ke 35 pada tanggal 23 Desember 2006.

-

Gelar tersebut pada akhirnya direbut oleh petinju Filipina, Florente Condes (berjuluk Little Pacquiao), ketika Rahman dikalahkan dengan angka pada tanggal 7 Juli 2007 di Jakarta. Rachman sempat tersungkur (knock down) 2 kali di ronde ke 3 dan ke 10 terkena pukulan keras Condes.

-

——————–

(Sumber: Wikipedia)

About these ads