MATT MULLENWEG, PERINTIS & PENGEMBANG WORDRESS

-

matt-1

-

Rendah hati, tenang, berbicara pelan, tidak basa-basi, itulah Matt Mullenweg (25 tahun) perintis dan pengembang blogger WordPress. Mat, panggilannya, adalah “malaikat” teramat baik hati karena mau menggratiskan mesin blog WordPress kepada siapapun yang mau mengambilnya.

-

Oleh karena gratis dan berbasis open source, banyak sukarelawan yang terus membangun dan memperbaiki tampilan WordPress. Mulai dari cangkang atau themes blog yang beraneka ragam, sampai widget  khusus untuk menghitung banyaknya pengunjung yang masuk.

-

WordPress dikenal sebagai penyedia blog paling progresif belakangan ini yang bisa disetarakan dengan situs pertemanan Facebook. Hingga tahun 2008, tercatat 230 juta pengakses tetap (unique visitors) dengan 6,5 miliar halaman WordPress yang dilihat. Ada 35 juta posting dengan tambahan rata-rata 4 juta posting setiap bulannya. Data itu cukup menggambarkan betapa progresifnya WordPress.

-

Di dunia maya tidak banyak penyedia blog gratisan. Kalau anda angin memiliki blog atau situs pribadi secara gratis, anda bisa mengambilnya dari Blogger, Multiply, LiveJournal, Moveable Type, TypePad, dan  tentu juga termasuk WordPress yang disediakan oleh Matt.

-

Data diri dan perjalanan karier Matt  

-

Nama : Matthew Charles Mullenweg.

Lahir : Houston, Texas, Amerika Serikat, 11 Januari 1984.

Prestasi : Perintis dan pengembang WorPress.

Alamat blog : http://ma.tt

Hobi : musik jazz, pemain saksofon, baca buku politik.

Penghargaan :

- Maret 2007 tercatat di nomor 16 daftar “The 50

Mostimportant People on the Web” pada majalah PC

World dan menjadi orang termuda dalam daftar majalah

itu.

- Tercatat dalam 30 orang terpenting di bawah 30 tahun di

Inc.com.

- Terdaftar dalam “25 Most Influential People on the Web

pada Business Week.

-

Matt pernah bekerja di perusahaan media berbasis internet CNET, sebelum merintis dan mengembangkan perangkat lunak open source untuk nge-blog. Uniknya, latar belakang Matt bukan ilmu komputer atau teknologi informasi, melainkan ilmu politik. Ia menimba ilmu politik selama 2 tahun di sebuah college sebelum akhirnya berhenti karena membangun mesin online yang menyita banyak waktu. Beruntung Matt mendapat dorongan penuh kedua orang tuanya. “Mereka tahunya saya orang di balik WordPress,” katanya.

-

Di tahun 2002 saat Matt untuk pertama kali menciptakan peranti lunak sederhana untuk nge-blog  yang ia namakan b2. Keperluannya hanya sebatas memajang hasil foto dia di media online saat berkunjung ke kota Washington DC.

-

Maklum waktu itu perangkat lunak untuk keperluan nge-blog belum mewabah. Dari kode sederhana b2, Matt bersama 2 rekannya, Mike Little dan Michael Valdrighi, mulai membangun WordPress

-

Adakah Matt berlatar belakang jurnalis atau media sehingga penyedia blog gratisan itu menggunakan embel-embel “Press” ? Mat mengatakan, “Tidak ada sama sekali”. Menurut dia, nama itu diberikan oleh seorang temannya bernama Christine

-

Semasa bersekolah di SMU, Matt merancang dan membuatkan sebuah situs untuk sekolah itu. Ia juga membuat situs untuk grup jazz lokal di kota kelahirannya, Houston. Kemahirannya merancang web juga didukung oleh ayahnya yang bekerja di Microsoft. Matt mengaku pernah jatuh-bangun ketika merancang WordPress, tetapi ia terus mencoba lagi.

-

Untuk urusan Jazz, Matt boleh dibilang serius menekuninya. Apalagi ia pemain saksofon yang andal. Untuk ketrampilan bermusiknya itu, ia memerlukan belajar di sebuah sekolah seni. Bahkan yang tidak banyak diketahui banyak orang, Matt adalah pemain keyboard dvorak, yakni alat musik seperti piano yang tuts-tutsnya mengadopsi papan ketik komputer “QWERTY”

-

Berkunjung ke Indonesia

-

Matt berkunjung ke Indonesia selama 2 hari pada tanggal 17-18 Januari 2009, dalam rangka sebagai pembicara pada Word-Camp yang diselenggakan di Jakarta. World-Camp merupakan ajang berkumpulnya para pengguna, penyuka dan pengembang WordPress.  Di seluruh dunia, total sudah 29 kali WordCamp diselenggarkan, mulai dari Afrika sampai Australia dengan kehadiran 3.400 anggota.

-

Di Jakarta, WordCamp yang bertema “Learn from the Best” berlangsung di Erasmus Huis dan terselenggara berkat prakarsa seorang penggila WordPress bernama Valent Mustamin.

-

Matt baru saja merayakan ulang tahunnya yang ke 25 pada 11 Januari 2009 yang lalu. Salah satu rencananya yang menurut dia harus direalisasikan segera adalah belajar bahasa Spanyol.

-

Mengapa bahasa Spanyol yang mau dipelajarinya? “Spanyol adalah bahasa terbesar ke 2 pengguna WordPress setelah bahasa Inggris,” ungkapnya.

-

Dan yang cukup mengejutkan, Matt mengungkapkan pula bahwa bahasa ke 3 terbesar pengguna WordPress  adalah bahasa Indonesia.  Situs Alexa mencatat, 280.000 blog WordPress menggunakan bahasa Indonesia.

-

“Saya menaruh hormat, dan untuk alasan itulah saya berkunjung ke Jakarta,” ujar Matt yang berpenampilan relatif sederhana. Ia suka bercelana jeans serta kaus oblong yang dibungkus kemeja, suka  menjinjing tas dan iPhone bercangkang huruf “W” sebagai kependekan dari WordPress.  

-

mat-2

matt-3

Matt Mullenweg sewaktu kecil dan setelah menjadi boss WordPress

-

SUMBER :

Bahan dicuplik dan diedit dari artikel berjudul “Matt Mullenweg, Antara Jazz dan WorldPress” oleh Pepih Nugraha, Harian KOMPAS,  31 Januari 2009.

http://ma.tt/ 

About these ads