Mujizat Tuhan
-
BAHIA BAKARI, SATU-SATUNYA YANG HIDUP DALAM KECELAKAAN PESAWAT YEMENI
-
-
Bahia Bakari, gadis remaja berusia 14 tahun, adalah satu-satunya penumpang yang hidup dalam kecelakaan pesawat Airbus 310 Yemeni Air (memakan korban 152 jiwa) yang jatuh di Samudera Hindia dekat Kepulauan Komoro, pada akhir Juni 2009.
-
Pesawat Yemeni Air yang naas ini membawa penumpang dari Paris dan Marsellie, Perancis, menuju ke Kepulauan Komoro via Yaman. Bahia (anak tertua dari 4 bersaudara) bersama ibunya, Aziza yang diperkirakan tewas, dari Paris merencanakan libur ke Komoro ke tempat familinya, sedangkan ayah dan adik-adiknya yang tinggal di Paris tak ikut serta.
-
-
Bahia adalah salah satu dari 142 penumpang (termasuk 3 bayi) dan 11 awak pesawat tersebut. Bahia, warga Perancis keturunan Komoro yang tinggal dipinggiran kota Paris, selama 13 jam berpegangan erat pada puing pesawat yang terapung di laut dan dikelilingi oleh mayat-mayat korban serta puing-puing lainnya, sebelum ia diselamatkan oleh sebuah perahu motor (boat) penyelamat.
-
Setelah ditemukan tim penyelamat, Bahia dirawat di Rumah Sakit El Mararo, di ibu kota Komoro, Moroni. Ia mengalami patah tulang di leher. Tulang selangkanya patah dan lututnya terbakar, namun tak ada luka yang membahayakan jiwanya.
-
“Dia menunjukkan semangat yang mengagumkan,” ujar Menteri Kerja Sama Perancis, Alain Joyandet, saat konferensi pers setelah menemui gadis itu di rumah sakit di Moroni, Rabu (1/7/09) waktu setempat. “Hampir 10 jam ia menunggu tim penyelamat setelah pesawat jatuh.”
-
Pada hari Rabu (1 Juli 2009) waktu setempat, Bahia diterbangkan pulang ke Paris dengan pesawat jet carteran yang dibiayai pemerintah Perancis. Para wartawan yang meliput peristiwa pemberangkatannya ini melihat Bahia dalam keadaan sadar dan wajahnya dibalut semacam perban, demikian siku kanan dan kaki kanannya.
-
Dikabarkan bahwa salah satu korban dalam kecelakaan pesawat Airbus tersebut, terdapat seorang pramugari Yemeni Air, warga negara Indonesia, bernama Richa Dwiyana Margareta (21 tahun), warga Desa Duyung, Kecamatan Takeran, Magetan, yang menyelesaikan pendidikan pramugari di P3 (Pelatihan Pramugari Pramugara) Nusantara di Yogyakarta. Ibunya yang menjadi TKW (tenaga kerja wanita) di Hongkong, berharap sang putri masih hidup meski kemungkinannya kecil sekali.
-
-
Wajah Bahia yang mengalami luka-luka.
-
-
Regu penyelamat mencari para korban dan puing-puing pesawat Yemenia Air, di pantai Galawa, Komoro.
-
-
Para penyelam warga Komoro siap-siap bergabung dengan regu penyelamat.
-
-
Ratusan warga Komoro berkumpul di luar rumah sakit El Maruf di kota Moroni, ibu kota Komoro, menunggu dengan cemas kabar para korban.
-
-
Famili korban sedang menanyakan informasi kecelakaan pesawat Yemenia ke petugas bandara Marseille, Perancis.
-
-
Famili korban tampak bersedih di bandara Marseille, Perancis.
-
-
Richa Dwiyana Margareta, pramugari Yemeni Air asal Indonesia yang ikut menjadi korban.
-
SUMBER
Juli 4, 2009 at 12:18 am
[...] BAHIA BAKARI, SATU-SATUNYA YANG HIDUP DALAM KECELAKAAN PESAWAT … [...]
Juli 10, 2009 at 9:18 am
Membuktikan bahwa ajal adalah hak dan milik Tuhan Yang Menguasai hidup dan mati manusia.