RAJA THAILAND, BHUMIBOL ADULYADEJ

-

Raja Thailand, Bhumibol Adulyadej dan permaisuri, Ratu Srikit. (Foto: Sakchai Lalit/AP).

-

BIODATA :

-

Nama : Bhumibol Adulyadej

-

Lahir : 5 Desember 1927 (83 tahun), di Cambridge, Massachusetts, Amerika Serikat.

-

Agama : Budha Theravada.

-

Memerintah : 9 Juni 1946 – sampai sekarang (64 tahun).

-

Dinobatkan :  5 Mei 1950.

-

Pendahulu : Raja Ananda Mahidol Adulyadej (Rama VIII).

-

Putera Mahkota : Maha Vajiralongkorn.

-

Orang tua : Ayah, Mahidol Adulyadej (Rama VII, Pangeran Songkla). Ibu, Srinagarindra.

-

Isteri : Sirikit Kitiyakara (sejak 28 April 1950).

-

Anak : 1. Puteri Ubolratana Rajakanya; 2. Putera Mahkota Maha Vajiralongkorn; 3. Puteri Maha Chakri Sirindorn; 4. Puteri Chulabhorn Walailak.

-

PERJALANAN HIDUP

-

Bhumibol (tengah) bersama ibunya, Srinagarindra dan saudara kandungnya, Ananda Mahidol (kiri) dan Galyani Vadhana (kanan).

-

Paduka Yang Mulia Raja Bhumibol Adulyadej (lahir di Cambridge, Massachusetts, 5 Desember 1927, usia 83 tahun) atau dikenal sebagai Raja Rama IX adalah Raja Thailand sejak 9 Juni 1946 sejak. Ia menjadi raja sejak usia 19 tahun. Ia merupakan anggota Dinasti Chakri yang bersekolah di Sekolah Mater Dei (Bangkok). Putra Pangeran Mahidol Adulyadej ini melanjutkan sekolah dasarnya ke Lausanne ketika sebagian keluarganya pindah ke Swiss. Ia menjadi sangat terkenal di dunia berkaitan jabatannya sebagai Kepala Negara.

-

Ia menghabiskan pendidikan SLTA di Lausanne dan mendapat nilai tinggi pada Sastra Perancis, Latin, dan Yunani. Ia kemudian belajar Ilmu Pengetahuan di Universitas Lausanne ketika kakaknya (Ananda Mahidol) menjadi raja tahun 1935. Tetapi, kematian misterius kakaknya di bulan Juni 1946 membuat Bhumibol menjadi raja pada 9 Juni 1946.

-

Saat itu, ia tidak langsung naik takhta karena diminta menyelesaikan studinya di Swiss. Ia diminta belajar hukum dan ilmu politik yang berguna sebagai raja. Saat akhir studi, ia sering melihat pabrik otomotif di Perancis dan bertemu dengan sepupu jauhnya (Mom Rajawonge Sirikit Kitiyakara) yang juga seorang putri Duta Besar Thailand di Paris.

-

Cinta pun bersemi. Sirikit diminta meneruskan sekolah di Lausanne. Pada Juli 1949, keduanya bertunangan dan menikah pada Mei 1950. Pernikahan keduanya membuahkan 4 anak, yaitu seorang putra dan 3 putri. Putra-putri raja terlibat penuh dalam proyek-proyek raja.

-

Bhumiphol dan Sirikit berfoto setelah upacara pernikahan mereka.

-

-

-

Bhumibol dinobatkan sebagai Raja Thailand pada tanggal 5 Mei 1950 di Istana Raja (Grand Palace) di Bangkok.

-

Bhumibol memerintah dengan seorang wakil raja hingga tahun 1950 dan naik takhta sebagai Raja Rama IX. Kepemimpinannya mendapat tempat di hati rakyat karena sentuhan-sentuhan pribadinya. Penggemar musik jazz dan lagu kontemporer, ia memperoleh anggota kehormatan dari Institut Musik dan Seni Wina (Austria). Ia selalu memberi waktu untuk menyerahkan diploma pada setiap lulusan universitas negeri di Thailand. Tugasnya itu kemudian diambil alih oleh putra-putri raja.

-

Sebagai penggemar musik jazz, raja Bhumibol sedang memainkan alat musik saxsofon.

-

Raja yang gemar fotografi dan mengarang atau menerjemahkan ini dikenal seorang atlet berlayar dan memperoleh medali emas dalam Asian Games pada tahun 1967 di Manila (Filipina). Ia juga selalu kontak dengan atlet-atlet negaranya yang meraih medali emas. Pada awal Juni 2006, raja merayakan peringatan ke-60 tahun kenaikan takhta. Para raja atau keluarga kerajaan dari 25 negara menghadiri acara peringatan tersebut.

-

Ketika berolahraga jalan kaki di sekitar istana pada 24 Juni 2006, raja terjatuh. Akibatnya terjadi keretakan di tulang iga, memar-memar pada punggung dan pundak. Kejadian ini turut menurunkan kesehatan raja yang juga telah menderita sumsum tulang belakang pada 1995. Kondisi itu didiagnosis sebagai penyakit tulang belakang yang terjepit pada 2003 dan raja telah mendapatkan terapi fisik penyembuhan sejak tahun 2005. Pada 20 Juni 2006, Raja masuk Rumah Sakit Siraraj di Bangkok untuk menjalani operasi tulang belakang dan ia datang bersama permaisuri Ratu Sirikit, 4 anaknya, dan para cucu.

-

Pada bulan September 2009 raja Bhumibol masuk rumah sakit karena mengalami gangguan pernapasan, dan sejak itu sampai bulan Januari 2011 masih tetap berada di rumah sakit, kecuali untuk penampilan singkat di depan umum.

-

DUNIA POLITIK

-

Sebenarnya, raja enggan memasuki koridor politik. Tetapi, ketika menyangkut kehidupan rakyat banyak, ia tak bisa tinggal diam. Tahun 1973, secara jelas, ia menghendaki Marsekal Thanom Kittikachorn mundur dari rezim militer dan membentuk pemerintahan demokrasi. Menyusul kudeta tahun 1991, raja kemudian mendesak rezim militer pimpinan Jenderal Suchinda Kraprayoon mengadakan pemilu. Rakyat marah karena partai pemenang pemilu tahun 1992 menempatkan Jenderal Suchinda sebagai perdana menteri.

-

Raja kemudian memanggil Jenderal Suchinda Kraprayoon dan Mayjen Chamlong Srimuang yang pro-demokrasi. Kedua jenderal menghadap raja sambil berlutut. Raja hanya minta agar demokrasi ditegakkan.

-

Intervensi raja terhadap rezim militer yang memerintah Thailand pada 20 Mei 1992. Dari kiri ke kanan: Chamlong Srimuang dan Suchindra Kraprayoon yang dipanggil menghadap raja, raja Bhumibol (duduk).

-

Pada ulang tahunnya yang ke-78 di tahun 2005, raja mengkritik Perdana Menteri Thaksin Shinawatra agar bersedia menerima kritik karena itu adalah konsekuensi sebagai pemimpin.

-

Thaksin akhirnya digulingkan lewat sebuah kudeta pada 19 September 2006 yang dilaksanakan oleh angkatan bersenjata Thailand yang dipimpin oleh Panglima Angkatan Darat Thailand, Jend. Sonthi Boonyaratkalin dan menguasai ibu kota Bangkok. Thaksin saat itu sedang berada di Amerika Serikat untuk menghadiri Sidang Umum PBB.

-

Komentar umum tentang Raja Bumibol di Thailand dalam rangka Peringatan 50 Tahun Raja Bhumibol bertakhta pada tahun 1996 lalu: “Jika anda berpikir dia bertakhta untuk kekuasaan, anda salah,” demikian

-

Bhumibol sendiri pada pidato ulang tahunnya pada tahun 2005 menyatakan bahwa ia tidak melarang dirinya dikritik. “Saya juga mesti dikritik. Saya tidak takut jika kritikan tersebut terkait dengan kesalahan yang saya lakukan karena dengan begitulah saya sadar telah melakukan kesalahan. Jika raja dikatakan tidak bisa dikritik, itu artinya raja bukan manusia,” kata sang raja. “Anggapan bahwa raja tidak mungkin berbuat salah adalah penghinaan karena itu artinya raja bukan manusia. Saya bisa berbuat salah dan saya tidak takut dikritik langsung,” kata sang raja.

-

Kepemimpinannya yang telah 60 tahun di Thailand menjadikan raja sebagai kepala negara terlama di dunia. Keteladanan serta integritas Raja Bhumibol dirasa pantas dibuat contoh. Raja mengharapkan kepada para politikus, aparat negara, dan segenap lapisan masyarakat untuk tidak selalu melibatkan raja agar terjadi proses pembelajaran politik di negaranya. (SumberWikipedia).

-

-

Raja Thailand Bhumibol Adulyadej (kiri) melambaikan tangannya kepada kerumunan orang-orang yang menghadiri perayaan ulang tahun sang raja yang ke 80 di Istana Raja (Grand Palace), Bangkok, pada 5 Desember 2007. Di deretan sebelah kanannya adalah Ratu Sirikit dan Putera Mahkota Maha Vajiralongkorn.

-

-

Rakyat melambai-lambaikan bendera di kota Bangkok merayakan hari ulang tahun raja Bhumibol yang ke 80 pada 5 Desember 2007. Lebih dari 100 ribu penduduk berbaris di jalan-jalan sekitar Istana Raja.

-

-

Raja Bhumibol Adulyadej melambaikan tangannya kepada rakyatnya yang menghadiri perayaan hari ulang tahun raja yang ke 83 di Bangkok pada tanggal 5 Desember 2010.

-

-

ISTANA RAJA (GRAND PALACE)

-

-

-

Istana Raja adalah banguan istana nyang berlokasi kota Bangkok, Thailand, yang mulai dibangun pada tahun 1782, pada masa pemerintahan Raja Rama I. Istana ini dijadikan pusat pemerintahan dan istana kerajaan Rattanakosin sejak awal era wangsa Chakri hingga akhirnya pemerintahan Raja Chulalongkorn (Rama V) lebih memilih untuk tinggal di istana Dusit, akan tetapi tetap menjadikan Istana Raja sebagai istana utama dan pusat pemerintahan.

-

Kebiasaan memilih istana sendiri ini diikuti oleh putra-putranya (Rama VI dan Rama VII) yang  lebih memilih tinggal di istana mereka sendiri. Raja Ananda Mahidol (Rama VIII, kakak Bhumibol) pindah ke istana ini sepenuhnya sekembalinya dari luar negeri pada tahun 1945. Akan tetapi sejak kematiannya yang misterius di salah satu bangunan di istana ini, penerusnya sekaligus adiknya, Raja Bhumibol Adulyadej (Rama IX), memutuskan untuk pindah ke Istana Chitralada.

-

Meski kini tidak lagi dihuni oleh raja, tiap tahun Istana Raja ini masih digunakan sebagai tempat menggelar upacara dan ritual kerajaan. Upacara yang digelar di istana ini antara lain; penobatan, pemakaman, pernikahan, dan jamuan kerajaan. Di dalam kompleks istana ini juga terdapat kantor pemerintahan, seperti Kantor Sekretaris Pribadi Raja dan Institut Kerajaan Thailand. (Sumber: Wikipedia).

-

Pemandangan Istana Raja dilihat dari sungai Chao Pharaya.

-

-

ISTANA CHITRALADA (KEDIAMAN RAJA BHUMIBOL)

-

-

Istana Chitralada berada di kota Bangkok, ibu kota Thailand. Istana Chitralada adalah tempat kediaman Raja Bhumibol Adulyadey (Rama IX) bersama ratu Sirikit, dan  raja pertama dari dinasti Chakri, yang menempati istana ini. Raja Bhumibol pindah ke istana Chitralada setelah kematian kakak laki-lakinya, Rama VIII di Istana Raja.

-

Luas istana Citralada 4 kilometer persegi, dikelilingi oleh parit dan penjaga istana. Di dalamnya terdapat Sekolah Chitralada yang dibangun khusus untuk anak-anak dari keluarga kerajaan, mungkin merupakan sekolah yang paling eksklusif di negara Thailand. (Sumber: Wikipedia).

-

Istana Chitralada di malam hari.

-

-

Parit yang mengelilingi istana Chitralada.

-

-

Penjaga istana di halaman depan istana Chitralada.

About these ads