HARGA MINYAK BISA TURUN SAMPAI 70 DOLLAR AS PER BARREL

Pada 11 Juli 2008 lalu harga minyak mencapai rekor tertinggi, 147,27 dollarAS per barrel. Tanggal 24 Juli 2008 harga turun sebesar 23 dollar AS menjadi sekitar 124 dollar AS per barrel. Harga minyak turun lagi pada hari Rabu tanggal 30 Juli 2008, berada di bawah 122 dollar AS per barrel (Kompas 31/7/08).

Harga minyak dunia bisa saja terkoreksi turun hingga 70 dollar AS per barrel jika kurs dollar AS terus menguat dan keprihatinan akan masalah nuklir Iran berkurang. Demikian diungkapkan oleh Presiden Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC), Chakip Khelil, di Aljir, Aljazair, Sabtu 26 Juli 2008. Chakip adalah Menteri Energi Aljazair.

Menurut Chakip fluktuasi harga minyak yang terjadi saat ini disebabkan oleh faktor nonfundamental, antara lain seperti isu geopotilik dunia. “Bagaimana bisa harga minyak turun sampai 25 dollar AS per barrel hanya dalam sehari kalau memang penyebabnya adalah faktor fundamental, sementara kita tahu bahwa tidak ada penambahan suplai secara tiba-tiba maupun penurunan permintaan secara drastis.” ujar Chakip di Jakarta, Rabu 30 Juli 2008. “Apabila masalah nonfundamental itu bisa diatasi, kita akan melihat harga minyak pada kisaran 70-80 dollar AS per barel dalam jangka panjang. Namun, ini hanya perkiraan, kapan itu bisa terjadi, tergantung pada seberapa cepat masalah-masalah itu bisa diatasi,” kata Chakip (Kompas 31/7/08).

Menurut Phil Flynn, analis dari Alaron Trading di Chicago, ada dua hal yang bisa membantu penurunan harga minyak yaitu : “Tidak lama bertahannya kenaikan permintaan barang-barang di AS yang mendorong penguatan dollar AS” dan “Diperkiraan akan adanya tambahan (kenaikan) produksi OPEC 200 ribu barrel per hari menjadi 32,9 juta barrel per hari”.

Menurut analis, harga minyak telah mencapai puncaknya (klimaks) sehingga terjadi penurunan belakangan ini. Bank investasi, Lechman Brothers, memperkirakan harga minyak akan turun hingga 90 dollar AS per barrel akhir kuartal pertama tahun 2009.

Bagi Indonesia jika penurunan harga minyak bisa terwujud mencapai 70 dollar AS, maka ini merupakan berkah yang luar biasa. Bayangkan saja, saat ini subsidi BBM dan listrik yang harus ditanggung oleh pemerintah mencapai Rp. 170 triliun untuk harga minyak per barel 135 dollar AS. Sebelumnya ketika harga minyak di level 120 dollar AS perbarel (perbedaan sebesar 15 dollar), subsidinya adalah sebesar Rp.130 triliun, jadi ada selisih (penurunan) sebesar Rp. 40 triliun.

Setiap kenaikan (atau penurunan) harga minyak sebesar 1 dolar AS perbarel, dengan nilai tukar rupiah Rp.9.100, subsidi BBM dan listrik akan naik (atau berkurang) sekitar Rp. 3,8 triliun.

Seandainya harga minyak benar bisa terealisir turun menjadi 70 dollar AS, maka dapat dipastikan Indonesia akan terbebas dari subsidi BBM. Sehingga dana sebesar Rp. 170 trilun yang tadinya dialokasikan untuk subsidi BBM dan listrik, bisa dialihkan untuk pembangunan. Semoga.

======================================================

Bahan acuan utama :

– Artikel berjudul “Harga Minyak Terkoreksi”, Kompas – Senin 28 Juli 2008.

– Artikel berjudul “Harga Minyak Bisa 70 Dollar AS”, Kompas – Kamis 31 Juli 2008.