Hormatilah Orang Yang “Tidak Berpuasa”

Suasana berbuka puasa.


(Oleh: Hamba Allah)

“Hai orang-orang yang beriman, telah diwajibkan atasmu berpuasa sebagaimana telah diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu, agar kamu bertaqwa” – (QS Al Baqarah 183)

Sekilas judul “Hormatilah Orang Yang Tidak Berpuasa” di atas ini terkesan nyeleneh dan tidak umum. Hal ini karena di banyak tempat di seluruh pelosok Indonesia yang mayoritas penduduknya beragama Islam, kalangan yang tidak berpuasalah yang ‘dipaksa’ supaya menghormati orang yang berpuasa. Mayoritas warung makan atau restoran kadang dipaksa menutup usahanya pada siang hari, kalaupun diperbolehkan buka, maka warung makan atau restoran itu diharuskan memakai tirai agar tidak terlihat dari luar. Dan tirai itu pun bukan dimaksudkan agar orang Islam yang tidak berpuasa bisa aman makan di siang hari, tapi agar orang Islam yang berpuasa tidak ngiler atau istilah Sundanya kabita melihat orang yang makan di siang hari.

Slogan yang sering digunakan adalah ‘toleransi’, orang yang tidak berpuasa ‘diwajibkan’ toleran kepada yang berpuasa. Padahal apakah benar umat Islam yang berpuasa perlu dilindungi seperti itu ? Berpuasa itu diwajibkan kepada orang-orang yang beriman, bukan pada yang tidak beriman. Jadi tidak ada kewajiban bagi orang-orang yang tidak beriman.

Lagipula umat Islam yang berpuasa walaupun hanya sekedar memenuhi kewajiban tidak akan membatalkan puasanya hanya karena melihat orang makan minum di siang hari. Bahkan ditawari makanan enak-enak di depan hidungnya pun tidak semudah itu seorang Muslim membatalkan puasanya. Jadi untuk apa memarahi orang yang makan minum di siang hari bahkan memaksa mereka menghormati orang yang berpuasa ?

Bukankah itu berarti menertawakan diri sendiri yang tidak tahan terhadap godaan kecil seperti itu. Bukankah hal itu juga malahan semakin menunjukkan ketidak ikhlasan kita dalam menjalankan ibadah puasa sehingga iri hati dan dengki terhadap orang lain yang makan minum dengan bebas di siang hari.

Karena itulah marilah kita ubah paradigma berpikir kita yang sering menganggap diri kita dan umat Islam lain yang berpuasa sebagai pihak yang harus dikasihani dan dilindungi. Karena puasa bukanlah beban bagi seorang Muslim melainkan sebuah kegembiraan. Sehingga justru yang berpuasalah yang harusnya toleran kepada yang tidak berpuasa dengan memberi mereka hak untuk makan dan minum di siang hari secara bebas. Tidaklah patut bagi kita untuk merasa terganggu dengan hal itu. Bahkan bila ada seorang Muslim yang tidak berpuasa maka justru dia lah yang perlu dikasihani bukan kita yang berpuasa.

Jadi janganlah iri kepada orang-orang yang tidak berpuasa !

Selamat menjalankan ibadah puasa.

(Kiriman email dari Taufiqur Rahman)