Si GILA vs Si GOBLOK

kempes

Badrun, seorang Caleg keren, pada suatu hari di panas yang terik mengendarai mobil kesayangannya melintas di jalan sekitar Grogol, Jakarta, dekat Rumah Sakit Jiwa.

-.

Tiba-tiba, ia merasa ada sesuatu yang tak beres pada salah satu roda depan mobilnya. Ia segera menepikan mobilnya di tengah-tengah kemacetan lalu lintas siang itu. Badrun turun dari mobilnya, mengenakan baju safari lengan panjang, kacamata hitam merk terkenal, sepatu mengkilapmade in USA”, sambil bertolak pinggang ia memperhatikan ban mobil depan sebelah kanan. Dan ternyata ia dapati ban tersebut telah kempes, pes, pes……

“Sialan !” gerutunya. Sambil menoleh kiri-kanan ia berusaha mencari akal dan pertolongan. Siang itu, semua orang yang lalu-lalang tampak sibuk dengan urusannya sendiri, tak seorangpun memperhatikan tingkah laku serta kemalangan yang dialami oleh Badrun.

“Sialan !” umpatnya lagi. Badrun segera membuka bagasi, mengambil dongkrak, ban serep dan perkakas lainnya yang diperlukan lalu ia bersiap mengganti ban depan mobilnya yang kempes.

Baut-baut dikendornya, dongkrak mulai bekerja, ban kempes dilepas kemudian ban serep dipasang. Tanpa sengaja ia menyenggol 4 baut yang diletakkan di bibir beton sebuah selokan jalan. Ke 4 baut itu jatuh ke selokan yang kedalaman airnya sekitar setengah meter.

“Sialan !” ia kembali mengumpat atas kecerobohan dirinya. Ia nyaris hilang akal, peluh bercucuran, matahari semakin panas. Ban telah terpasang, namun apa lacur 4 baut yang dibutuhkan telah jatuh ke dasar selokan air berwarna hitam dan berbau seperti air buangan kotoran manusia se Jakarta.

Keringatnya semakin mengucur, celana woolnya mulai ternoda tanah di bagian lutut dan sepatu mahalnya mulai barut-barut terkena permukaan tanah. Tangan kirinya kotor karena berpegangan tanah dan tangan kanannya mulai belepotan air comberan buangan orang se Jakarta. Setelah ia merogoh-rogoh air selokan berulang kali, tetap saja ke 4 baut itu tak ditemukannya.

Sebenarnya, ada seorang pasienRS Jiwa Grogol yang semenjak tadi memperhatikan tingkah-laku Badrun dari balik pagar. “Ada apa Om ?” tanya si pasien dari balik pagar RS Jiwa.

Badrun seperti tersentak, tak menyadari bahwa ia diperhatikan sejak tadi oleh pasien RS Jiwa. “Ngapain kamu tanya ? Emangnya ngerti apa kamu ?” bentak Badrun sewot.

“Ahh, gak apa-apa, cuma saya heran, ngapain Om yang keren gitu aduk-aduk air comberan ?” tanya si pasien.

Badrun mulai kehilangan kesabaran dan berkata: “Lu lihat ini ya ! Gua ini dari tadi kehilangan 4 baut ban gua dan jatuh masuk selokan !”

“Oooo gitu,” gumam si pasien RS Jiwa. Sang pasien dengan wajah polos dan pandangan mata yang kosong lalu berkata: “Gitu aja kok bingung, ambil aja 1 baut dari masing-masing ban, terus pasangin ke ban kanan yang bautnya hilang, beres kan ?”

Badrun mendongakkan kepalanya sambil berpikir: “Iya. ya. Boleh juga nih ide orang gila itu !” Badrun lalu bergegas melepas 1 baut dari ke 3 ban lainnya dan segera memasangkannya ke ban kanan depan. “Nah, sekarang semua ban seimbang, masing-masing kurang 1 baut,” pikirnya. Setelah itu ia rapikan semua perkakas dan menyimpannya di bagasi, termasuk ban yang kempes tadi.

“Eh ngomong-ngonong kamu kok pinter sih, bisa aja punya ide nyopot 1 baut masing-masing ban ?” tanya Badrun sekaligus memuji untuk “membayar” kekasaran ucapannya tadi.

“Ahh itu keciiiiilll….,” jawab si pasien asal-asalan.

Dengan keheranan dan penasaran Badrun bertanya kembali:“Lho, bukankah kamu ini pasien RS Jiwa?”

Dengan pandangan mata tetap kosong, sang pasien menjawab: “Ya memang, tapi gue kan cuma gila tapi kan gak goblok kayak lu ……!!”

Badrun segera membanting pintu mobil dan langsung ngloyor pergi jauh-jauh dari tempat itu bersama mobilnya ! Skak matt buat Badrun sang Caleg keren ….. !!! He, he, he ………