USAMA BIN LADEN, “THE 25 MILLION MAN DOLLAR” !

Pemerintah Amerika Serikat menyediakan hadiah sampai 25 juta  dolar AS (sekitar Rp. 235 miliar) bagi orang yang dapat memberikan informasi mengenai keberadaan Osama bin Laden sehubungan dengan serangan 11 September 2001 terhadap World Trade Center dan Pentagon, serta pemboman 7 Agustus 1998 terhadap Kedutaan Besar Amerika di Darus Salaam, Tanzania dan Nairobi, Kenya.

Inilah pengumuman hadiah yang di muat dalam salah satu website pemerintah Amerika Serikat (versi bahasa Inggris dan versi bahasa Indonesia) :



Rewards for Justice

Seeking Information Against International Terrorism

Wanted
Usama bin Ladin

Up to $25 Million Reward

 


Date of Birth : 1957
Place of Birth : Saudi Arabia
Height : 6’4″ – 6’6″(193 – 198 cm)
Weight : 160 lbs (71 kg)
Hair : Brown
Eyes : Brown
Complexion : Olive
Sex : Male
Nationality : Saudi Arabian
Characteristics : Full beard, mustache; walks with cane.
Status : Fugitive
Aliases : Usama bin Muhammad bin Ladin, Shaykh Usama bin Ladin, the Prince, the Emir, Abu Abdallah, Mujahid Shaykh, Hajj, the Director

Usama bin Ladin is wanted in connection with the September 11, 2001 attacks on the World Trade Center and the Pentagon and for the August 7, 1998 bombings of the United States Embassies in Dar es Salaam, Tanzania and Nairobi, Kenya.

The individual listed above has been indicted on the following charges:

Murder of U.S. nationals outside the United States; conspiracy to murder U.S. nationals outside the United States; and attack on a federal facility resulting in death.

Usama bin Ladin, Ayman al-Zawahiri, Fazul Abdullah Mohammed, Fahid Mohammed Ally Msalam, Sheikh Ahmed Salim Swedan, Abdullah Ahmed Abdullah, Saif al-Adel, Anas al-Liby, Ahmed Mohamed Hamed Ali, and others already in custody are believed to be responsible for the bombings of the U.S. embassies in Tanzania and Kenya on August 7, 1998. The embassy bombings killed 224 civilians and wounded over 5,000 others. These terrorists are believed to be members of al-Qa’ida, an international terrorist network headed by Usama bin Ladin.


Privacy Policy | Contact Us | FAQ | Submit a Tip
Rewards for Justice, Washington, D.C. 20522-0303, USA.
1-800-US REWARDS (1-800-877-3927) | RFJ@state.gov

Hadiah untuk Keadilan

Mencari Informasi Guna Memerangi Terorisme Internasional

Dicari
Usama bin Ladin
Hadiah sampai $25 Juta

 


Tanggal Lahir : 1957
Tempat Lahir : Arab Saudi
Tinggi : 193 – 198 cm (6’4″ – 6’6″)
Berat Badan : 71 kg (160 lbs)
Rambut : Coklat
Mata : Coklat
Warna Kulit : Kuning Matang
Kelamin : Laki-Laki
Kebangsaan : Warga Arab Saudi
Ciri-Ciri : Berjanggut lebat, kumis; berjalan dengan tongkat
Status : Buronan
Alias-Alias : Usama Muhammad bin Ladin, Sheykh Usama bin Ladin, Pangeran, Amir, Abu Abdallah, Mujahid Sheykh, Haji, Sang Direktur.

Usama bin Ladin dicari sehubungan dengan serangan 11 September 2001 terhadap World Trade Center dan Pentagon, serta pemboman 7 Agustus 1998 terhadap Kedutaan Besar Amerika di Darus Salaam, Tanzania dan Nairobi, Kenya.

Orang dalam daftar di atas telah dikenakan tuduhan berikut ini :

Pembunuhan warganegara Amerika di luar Amerika; persekongkolan untuk membunuh warga Amerika di luar Amerika; serta serangan terhadap sebuah fasilitas federal sehingga menimbulkan korban tewas.

Usama bin Ladin, Ayman al-Zawahiri, Fazul Abdullah Muhammed, Fahid Mohammed Ally Msalam, Sheikh Ahmed Salim Swedan, Abdullah Ahmed Abdullah, Saif al-Adel, Anas al-Liby, Ahmed Mohamed Hamed Ali dan lain-lainnya yang sudah dalam tahanan diyakini bertanggung jawab atas pemboman kedutaan Amerika di Tanzania dan Kenya pada 7 Agustus 1998. Pemboman kedutaan menewaskan 224 warga sipil dan melukai 5000 lainnya. Para teroris ini diyakini adalah anggota al-Qaida, sebuah jaringan teroris internasional yang dipimpin Usama bin Ladin. (SumberRewardsforjustice).

USAMAH bin LADEN

Usamah bin Muhammad bin Awwad bin Ladin (bahasa Arab: أسامة بن محمد بن عود بن لادن; sering dipanggil Usamah bin Ladin (atau Osama bin Laden dalam ejaan Inggris), dilahirkan pada tanggal 28 Juni 1957 di kota Jeddah) adalah pendiri Al Qaeda.

Dilahirkan di Jeddah, Arab Saudi, kawasan pantai Laut Merah. Usamah adalah anak ke-17 dari 52 bersaudara. Ayahandanya yang bernama Muhammad bin Ladin, adalah seorang petani miskin dari Yaman yang kemudian bermigrasi ke Arab Saudi setelah Perang Dunia II. Di tempat yang baru ini Muhammad bin Ladin memulai dengan usahanya yang baru bergerak dalam bidang bisnis pembangunan. Pada akhirnya ia memenangkan banyak kontrak bagi pembangunan masjid-masjid dan istana-istana yang sangat bernilai dari pemerintah Arab Saudi.

Oleh karena itu ia telah mengembangkan tali persahabatan yang sangat akrab dengan keluarga Kerajaan Saudi. Muhammad bin Ladin kemudian telah menjadi salah seorang terkaya di Arab Saudi, yang diperkirakan memiliki keuntungan miliaran dolar Amerika Serikat. Dari keuntungannya ini diperkirakan Muhammad bin Ladin memiliki saham sebesar hampir 300 miliar dolar Amerika.

Pendidikan dan masa muda

Ketika berusia pemuda-remaja, Usamah bin Ladin telah bergabung dengan gerakan Konservatif-Baru (Ultrakonservatif), sebuah gerakan politik dalam agama Islam yang sebagian mengadopsi sebagiannya pemahaman salaf (paham pemurnian agama para ulama saudi) tetapi kurang mendapat dukungan dari para ulama; dan ia pernah masuk kedalam dinas kepolisian yang menegakkan hukum-hukum syariah.

Usamah menjadi mahasiswa pada Universitas King Abdul Aziz di Jeddah, di mana ia berguru pada salah satu dari antara gurunya, yakni Sheikh Abdullah Azzam. Guru Abdullah Azzam inilah yang kemudian diketahui sebagai tokoh utama yang memainkan peran memobilisasi dukungan bangsa Arab bagi kaum Mujahidin yang berperang melawan pendudukan Uni Soviet atas Afganistan. Usamah bin Ladin lulus menyelesaikan studinya dan diwisuda sarjana tahun 1979 dalam bidang Ekonomi dan Manajemen.

Perjalanan hidup

Usamah bin Ladin mulai membangun jaringan komunikasinya pada tahun 1979 ketika ia berangkat ke Afganistan bergabung dalam milisi perang kaum pejuang Afgan yang dikenal sebagai kaum mujahidin yang tetap bertahan dan bertempur melawan Soviet. Usamah menggalang dana melalui jalur-jalur kekayaan dan relasi-relasi koneksi keluarganya bagi gerakan pertahanan Afgan, dan membantu kaum Mujahidin dengan bantuan logistik dan bantuan kemanusiaan. Usamah juga terlibat mengambil bagian dalam beberapa pertempuran selama perang Afganistan.

Ketika peperangan melawan Soviet hampir berakhir, Usamah mendirikan gerakan Al Qaeda, sebuah organisasi para mantan/eks pejuang Mujahidin dan para pendukung lainnya yang membantu menyalurkan baik dana maupun para pejuang bagi gerakan pertahanan Afgan.

Ketika tentara Soviet menarik mundur keluar dari Afganistan, Usamah bin Ladin pulang kembali ke Arab Saudi dan bergabung bekerja pada perusahaan konstruksi dan bangunan milik keluarga, Group Perusahaan Bin Ladin. Di sini ia kemudian terlibat bersama kelompok orang-orang Saudi yang berseberangan dan melawan pemerintahan kerajaan/monarki Saudi, yakni terhadap Keluarga Raja Fahd. Pada tahun 1995 Usamah bin Ladin membangun infrasruktur di Sudan ketika hubungannya dengan Presiden Umar al-Bashir dan Dr. Hasan Turabi yang memerintah Sudan, erat.

Pada tahun 1994, Pemerintah Arab Saudi mencabut hak kewarganegaraan Usamah dan membekukan seluruh aset dan kekayaannya di seluruh negeri. Usamah bin Ladin diyakini berbagai pihak sebagai tokoh pusat dan kunci dari suatu koalisi internasional kaum radikal Islam. Menurut Pemerintah Amerika Serikat, Al Qaeda telah meniru gerakan-gerakan aliansi dengan pola pikir kelompok-kelompok fundamentalis, seperti misalnya kelompok Al-Jihad di Mesir, Gerakan Hizbullah di Iran, Front Islam Nasional di Sudan, dan kelompok-kelompok jihad lainnya di Yaman, Arab Saudi, dan Somalia.

Organisasi Usamah bin Ladin juga memiliki ikatan-ikatan dengan “Kelompok Islam” yang pada suatu ketika dibawah pimpinan Syaikh Omar Abdel Rahman, seorang ulama Mesir yang menjalani hukuman seumur hidup sejak pengakuannya pada tahun 1995 menggagalkan persekongkolan peledakan beberapa tempat di kawasan kota New York. Pada akhir tahun 1990-an 2 orang anak Sheik Rahman bergabung bersama kekuatan tentara dan perjuangan Usamah bin Ladin.

Sejak tahun 1992, Pemerintah Amerika Serikat memberi kesan bahwa Usamah bin Ladin dan anggota-anggota lainnya dari gerakan Al Qaeda menargetkan sasaran pada militer Amerika yang bertugas di Arab Saudi, dan di Yaman, dan satuan militer Amerika yang ditugaskan di Tanduk Afrika, termasuk di Somalia. Pada bulan Oktober 1993, diberitakan ada 18 orang anggota militer berkebangsaan Amerika Serikat yang bekerja untuk bantuan kemanusiaan dan penanggulangan penderitaan di Somalia, mati dibunuh disana ketika menjalankan kerja sosial mereka. Mayat tentara pekerja sosial itu diseret dan dianiaya di sepanjang jalan-jalan raya.

Pada tahun 1996 Usamah bin Ladin dikenai hukuman atas tuduhan melatih orang-orang yang terlibat dalam penyerangan pembunuhan tentara pekerja sosial di atas dan ia mengatakan bahwa para pengikutnya bersama kaum Muslim setempat telah membunuh tentara-tentara itu. Penegak hukum Amerika Serikat juga menuduh bahwa Usamah bin Ladin memiliki jaringan dengan serangan-serangan yang gagal atas 2 hotel di Yaman di mana para tentara Amerika Serikat bermalam dalam perjalanan mereka ke Somalia.

Pada tanggal 7 Agustus 1998 terjadi ledakkan truk bermuatan bom di luar Kedutaan Besar Amerika Serikat di Nairobi, Kenya dan di Dares Salaam, Tanzania. Amerika Serikat menuduh bahwa otak peledakan adalah Usamah bin Ladin. Usamah bin Ladin menolak bertanggungjawab, tetapi para Hakim menegaskan keterlibatan dan kesalahannya itu terbukti dengan adanya surat-surat faksimili yang dikirimkan oleh kelompok Sel Usamah di London setidaknya kepada 3 agen penjualan media internasional. Para Hakim juga menunjukkan pengakuan para pelaku tindak kriminal tertuduh pelaku pengeboman Kedutaan-Kedutaan Besar, yang mengaku mereka adalah anggota gerakan Al Qaeda.

Empat belas hari kemudian, pada tanggal 20 Agustus 1998, Presiden Bill Clinton memerintahkan armada kapal perang Amerika Serikat menggempur kamp-kamp di Afganistan yang menjadi target untuk melumpuhkan Usamah bin Ladin dengan memberikan cap sebagai sarang pelatihan teroris, dan penggempuran terhadap pabrik reaktor kimia di kota Khratoum, Sudan. Usamah bin Ladin bisa selamat dari serangan itu dan dijatuhi hukuman oleh Amerika Serikat dengan tuduhan sebagai perancang atau otak di balik serangan-serangan bulan November 1998.

Presiden George W. Bush menyatakan bahwa Usamah adalah tertuduh utama dalam serangan teroris pada gedung WTC (Worl Trade Center) di kota New York dan gedung Pentagon di Washington pada tanggal 11 September 2001. Sama persis bahwa Usamah adalah tertuduh pelaku utama dalam pengeboman gedung World Trade Center pada tahun 1993 dan terhadap lusinan serangan teroris yang lain terhadap Kedutaan-Kedutaan Besar Amerika Serikat, kapal-kapal perang, dan aset-aset Amerika Serikat lainnya. Usamah bin Ladin sendiri telah menyangkal keterlibatan dirinya dalam pembantaian dan pertumpahan darah 11 September 2001 tersebut

Banyak pengamat Islam Internasional mengatakan bahwa perlawanan Usamah bin Ladin dan Al Qaeda-nya akan tetap berlanjut selama dunia Barat khususnya Amerika Serikat tidak mengubah kebijakan yang dianggap tidak adil terhadap negara-negara Islam. Kasus Palestina dan keberpihakannya terhadap Israel diantaranya, serta serangan dan pendudukan terhadap Irak dan serangan terhadap Taliban di Afganistan membuat masalah yang dikatakan dunia Barat sebagai terorisme tidak akan selesai. (Sumber: Wikipedia).