KISAH AYAM DAN KAMBING YANG HILANG

Para santri di suatu pondok pesantren, masing-masing memelihara beberapa ekor ayam.

Suatu hari pak Ustadz ingin mengetahui bagaimana reaksi salah seorang santrinya bila satu ayamnya dicuri.

Maka suatu malam ayam peliharaan si Abidin diambil diam-diam, dipotong, kemudian dagingnya dibagi-bagikan kepada semua santri.

Esok harinya, Abidin melapor kepada gurunya: “Pak Ustadz, tadi malam ayam peliharaanku dicuri orang !”

Pak Ustadz menjawab: “Sudahlah, jangan bersedih. Ayammu itu kan pada hakikatnya milik Tuhan yang dititipkan kepadamu.


Abidin mengangguk-angguk kemudian ngeloyor pergi sambil garuk-garuk kepala.  Dia berniat memberikan pembalasan kepada ustadznya itu.


Pada keesokan harinya, dia
mencuri kambing milik pak Ustadz, dipotong, disate, kemudian dibagi-bagikan kepada semua penghuni pondok pesantren. Malam itu terjadi pesta makan sate yang begitu meriah.


Esok pagi, pak Ustadz marah bukan kepalang melihat kambing miliknya dicuri orang. Lalu dikumpulkannyalah semua santrinya sambil menghardik: “Hayo mengaku, siapa yang mencuri kambing saya kemarin?”.


Semua santri diam ketakutan. Tak lama kemudian Abidin bertanya: “Pak Ustadz, bukankah kambing yang hilang itu pada hakikatnya adalah milik Tuhan yang dititipkan kepada bapak ?”


Pak Ustadz menjawab: “Punya Tuhan sih punya Tuhan, … tapi jangan yang besar-besar donk…..!!”   LHO ???  He, he, he …. (NN).

Kiriman email dari Natalia