OBAMA AKAN PERBAIKI HUBUNGAN AS DENGAN “DUNIA ISLAM”

Presiden AS, Barack Obama, bersalaman dengan Presiden Mesir, Husni Mubarak, saat mengadakan pertemuan di Istana Quba di kota Kairo, Mesir, 4 Juni 2009. Ia menyerukan akan berusaha memperbaiki hubungan AS dengan dunia Islam. (Sumber foto: Arabamericannews ).

Washington, Senin – Untuk memperbaiki hubungannya dengan dunia Islam, Senin (26/4/2010), Presiden AS Barack Obama akan membuka konferensi tingkat tinggi untuk mendorong pembangunan ekonomi di negara-negara Islam.

Dari pertemuan yang akan menghadirkan para pengusaha dari 50 negara ke Washington itu, Senin dan Selasa (27/4/2010), Gedung Putih berharap pertemuan itu akan membangun dan memperbaiki hubungan AS dengan negara-negara Muslim, yang pada dekade-dekade sebelumnya banyak dipenuhi pembicaraan mengenai terorisme dan konflik.

Presiden Obama mengumumkan akan menjadi tuan rumah pertemuan itu, dalam pidato bersejarahnya di Kairo, Mesir, Juni 2009. Ketika itu dia menyerukan sebuah ”awal baru” dalam hubungan AS dengan dunia Islam.

”Satu dari sejumlah tujuan utama dari visi itu adalah untuk memperluas hubungan kami, yang selama ini telah didominasi oleh sejumlah perbedaan, sekelompok isu-isu yang kecil, pada dekade lalu dan beberapa waktu sebelumnya,” ungkap seorang pejabat Pemerintah AS.

Ben Rhodes, salah satu penasihat keamanan nasional Obama, menambahkan, pertemuan itu bukan hanya sebuah praktik untuk menjangkau publik yang luas atau diplomasi publik. ”Kami meyakini bahwa ini adalah awal dari mewujudkan sebuah kemitraan nyata di bidang-bidang yang sangat penting,” paparnya.

Dijelaskan, Presiden Obama akan berpidato pada akhir hari pertama KTT untuk menegaskan komitmennya memperdalam keterlibatan AS di negara-negara berpenduduk mayoritas Muslim.

KTT itu tidak dilihat sebagai pengganti pekerjaan yang dilakukan AS, seperti pada upaya perundingan damai Timur Tengah atau kontraterorisme maupun aktivitas AS terkait Iran. ”Kami melihat ini sebagai bagian dari membangun sebuah paket hubungan yang lebih multifaset. Ini juga sebuah pilar lainnya,” kata pejabat AS.

Sebanyak 250 pengusaha dari berbagai negara Muslim akan menghadapi KTT itu. Obama diperkirakan akan mendiskusikan cara-cara untuk meningkatkan akses ke pendanaan, pendanaan bagi inovasi teknologi dan program-program pertukaran. Delegasi bervariasi, dari yang berusia 20 tahun hingga figur ekonom terkemuka Muhammad Yunus, yang dianugerahi penghargaan Nobel untuk aktivitasnya membangun badan pemberi pinjaman bagi para pengusaha kecil.

Pertemuan itu juga merupakan bagian dari rencana Obama, di mana AS akan memberikan kontrak melalui Pendanaan Inovasi dan Teknologi Global, yang dirancang untuk memacu investasi di negara-negara Muslim.

Overseas Private Investment Corporation (OPIC)—sebagai pelaksana kompetisi untuk mendapatkan bantuan pendanaan itu—menjelaskan, mereka telah kebanjiran aplikasi, yang menunjukkan membaiknya hubungan AS dengan dunia Muslim. Setiap bagian pendanaan dari OPIC itu bernilai 25 juta dollar hingga 150 juta dollar. (Sumber: Kompas.com).

 

Iklan