JALAK BALI YANG TERANCAM PUNAH

-

-

Jalak Bali (Leucopsar rothschildi) adalah salah satu burung tercantik sekaligus terlangka di Indonesia. Burung putih, berjambul, dan endemik Bali (endemik = ditemukan hanya di suatu tempat dan tidak ditemukan di tempat lain) ini masuk dalam daftar kritis karena habitatnya yang sempit serta jumlahnya yang sangat sedikit. Diperkirakan sekitar 50 ekor hidup di alam liar Taman Nasional Bali Barat.

-

-

Jalak Bali terancam punah akibat penangkapan dan perdagangan hewan liar serta berkurangnya hutan di Bali. Upaya pelestarian berhasil meningkatkan jumlahnya, tetapi belum pasti berapa banyak yang berhasil berkembang biak di alam liar.

-

Habitat asli Jalak Bali adalah kawasan hutan Bali Barat, kini di alam liar hanya bertahan di kawasan Taman Nasional Bali Barat. Lebih banyak Jalak Bali hidup dalam sangkar penangkaran (sekitar 1.000 ekor) di bandingkan di alam liar.

-

Ketika pertama kali diidentifikasi pada 1910, diperkirakan 300 – 900 ekor hidup di alam liar. Pada 1990 akibat penangkaran, jumlahnya di alam liar berkurang hingga tersisa 15 ekor. Pada 2001 Jalak Bali hampir punah di alam liar, jumlahnya anjlok  hingga tinggal 6 ekor.

-

Pelepasliaran meningkatkan jumlahnya hingga 24 ekor pada 2005. Pada 2008 diperkirakan terdapat 50 ekor di Taman Nasional Bali Barat.

-

Meskipun bukan habitat aslinya, upaya introduksi melalui pelepasliaran dilakukan di pulau Nusa Penida. Pada tahun 2009 terhitung 65 ekor burung dewasa dan 62 ekor anak burung Jalak Bali hidup di Nusa Penida. (Sumber: Harian Kompas).

-

-

JALAK BALI

-

-

Jalak bali (Leucopsar rothschildi) adalah sejenis burung pengicau berukuran sedang, dengan panjang lebih kurang 25cm, dari suku Sturnidae. Jalak bali memiliki ciri-ciri khusus, di antaranya memiliki bulu yang putih di seluruh tubuhnya kecuali pada ujung ekor dan ujung sayapnya yang berwarna hitam, berjambul. Sebagian pipi yang tidak ditumbuhi bulu berwarna biru cerah dan kaki yang berwarna keabu-abuan. Burung jantan dan betina serupa.

-

Jalak Bali ditemukan hidup secara liar di hutan bagian barat Pulau Bali (juga di pulau Nusa Penida melalui pelepasliaran). Burung ini juga merupakan satu-satunya spesies endemik Bali dan pada tahun 1991 dinobatkan sebagai lambang fauna Provinsi Bali. Keberadaan hewan endemik ini dilindungi undang-undang.

-

Jalak Bali ditemukan pertama kali pada tahun 1910. Nama ilmiah Jalak Bali dinamakan menurut pakar hewan berkebangsaan Inggris, Walter Rothschild, sebagai orang pertama yang mendeskripsikan spesies ini ke dunia pengetahuan pada tahun 1912.

-

Karena penampilannya yang indah dan elok, Jalak Bali menjadi salah satu burung yang paling diminati oleh para kolektor dan pemelihara burung. Penangkapan liar, hilangnya habitat hutan, serta daerah burung ini ditemukan sangat terbatas menyebabkan populasi burung ini cepat menyusut dan terancam punah dalam waktu singkat. Untuk mencegah hal ini sampai terjadi, sebagian besar kebun binatang di seluruh dunia menjalankan program penangkaran Jalak Bali. (Sumber: Wikipedia).

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

TAMAN NASIONAL BALI BARAT

-

-

Taman Nasional Bali Barat (Bali Barat National Park) memiliki luas 19.002,89 ha,  terdiri dari kawasan terestrial (wilayah daratan) seluas 15.587,89 ha dan kawasan perairan seluas 3.415 ha, yang terdiri dari beberapa tipe vegetasi yaitu hutan mangrove, hutan pantai, hutan musim, hutan hujan dataran rendah, savana, terumbu karang, padang lamun, pantai berpasir, dan perairan laut dangkal dan dalam.

-

Taman nasional ini memiliki 175 jenis tumbuhan dan 14 jenis diantaranya merupakan tumbuhan langka seperti bayur (Pterospermum javanicum), ketangi (Lagerstroemia speciosa), burahol (Stelechocarpus burahol), cendana (Santalum album), dan sonokeling (Dalbergia latifolia).

-

Taman Nasional Bali Barat memiliki satwa burung yang endemik dan langka yaitu burung Jalak Bali (Leucopsar rothschildi), juga terdapat jenis burung lain seperti jalak putih (Sturnus melanopterus), terucuk (Pycnonotus goiavier), dan ibis putih kepala hitam (Threskiornis melanocephalus).

-

Di taman nasional ini dapat dijumpai pula beberapa satwa seperti banteng (Bos javanicus javanicus), kijang (Muntiacus muntjak nainggolani), luwak (Pardofelis marmorata), trenggiling (Manis javanica), landak (Hystrix brachyura brachyura), dan kancil (Tragulus javanicus javanicus).

-

Sedangkan biota laut yang berada di sekitar Pulau Menjangan dan Tanjung Gelap terdiri dari 45 jenis karang diantaranya Halimeda macroloba, Chromis spp., Balistes spp., Zebrasoma spp., dan Ypsiscarus ovifrons; 32 jenis ikan diantaranya ikan bendera (Platax pinnatus), ikan sadar (Siganus lineatus), dan barakuda (Sphyraena jello); 9 jenis molusca laut diantaranya kima selatan (Tridacna derasa), triton terompet (Charonia tritonis), dan kima raksasa (Tridacna gigas).

-

Burung Jalak Bali merupakan satwa primadona taman nasional ini, dan termasuk burung pesolek yang senantiasa menyenangi habitat yang bersih, serta jelajah terbangnya tidak pernah jauh. Burung tersebut memerlukan perhatian dan pengawasan ekstra ketat, karena populasinya rendah dan mudah untuk ditangkap.

-

Beberapa lokasi/obyek yang menarik untuk dikunjungi :
-

- Kapal. Menyelam dan snorkeling. Bangkai kapal yang telah penuh dengan karang, dimana diantaranya terdapat Acrophora sp. yang mempunyai ukuran garis tengah lebih dari 75 cm.
-

- Pulau Menjangan, Pos Satu, Pos Dua dan Tanjung Gelap. Menyelam dan snorkeling.
-

- Krepyak dan Sumberejo. Pengamatan satwa.

-
- Monumen Lintas Laut dan Makam Jayaprana. Wisata budaya.
-

- Atraksi budaya di luar taman nasional yaitu Mekepung, Kendang Mebarung dan Jegog yang dilaksanakan pada bulan September dan Oktober, di Negara.

-

Musim kunjungan terbaik: bulan Agustus s/d Desember setiap tahunnya.

-

Cara pencapaian lokasi: Melalui jalan raya: DenpasarNegaraCekik = 43,3 km. SingarajaSeriritCekik = 85 km. (Sumber: Dephut).

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

-

About these ads