PEMBANTU RUMAH TANGGA KETIBAN REJEKI NOMPLOK SEBESAR RP 39,5 MILIAR !

Salah satu profil pembantu rumah tangga asal Filipina yang bekerja di luar negeri. (Sumber foto: Telegraph).

Seorang wanita separuh baya asal Filipina, pekerja migran yang bekerja sebagai pembantu rumah tangga di Singapura, ketiban rezeki nomplok. Ia mendapat warisan senilai total 6 juta dollar Singapura atau Rp 39,5 miliar dari majikannya yang telah meninggal tahun lalu.

“Dengan atau tanpa uang itu, saya adalah
pembantu rumah tangga (PRT) paling beruntung di Singapura,” kata wanita berusia 47 tahun itu seperti dirilis harian Straits Times, Rabu (21/7/2010).

Wanita itu tidak mau namanya disebut di depan umum dan dipublikasikan karena khawatir dirinya bisa menjadi target kejahatan. Hidupnya yang miskin di Filipina di satu sisi bisa menjadi ancaman potensial sebab orang berduit sering kali diculik untuk dijadikan tebusan. Tidak jarang pula mereka dibunuh penculik.

Christine, begitu nama samarannya, mendapat warisan senilai 6 juta dollar Singapura atau Rp 39,5 miliar (kurs Rp 6.582,05) dari majikannya, Quek Kai Miew. Quek adalah seorang dokter dan dermawan yang meninggal tahun lalu di usia 66 tahun. Sebetulnya Christine sudah mengetahui kalau akan menerima warisan itu sejak tahun 2008. Warisan itu terdiri dari uang tunai dan sebuah apartemen mewah di wilayah Leonie Hill.

”Tidak ada rahasia apa pun di antara kami. Saya tidak begitu terkejut ketika ia mengatakan bahwa saya akan mendapatkan warisan itu,” kenang wanita asal Filipina yang telah melayani Quek selama 20 tahun itu.

Christine mengaku
sangat terpukul ketika sang majikan meninggal karena ia menganggap ikatannya dengan majikannya itu sebagai “dwitunggal yang tidak terpisahkan“. Untuk sementara, ia pindah ke keponakan sang dokter untuk menghibur diri. “Kepergiannya memilukan hati sebab saya lebih lama bersama dokter Quek daripada bersama ibu saya,” ungkapnya.

Ingin pindah ke Singapura

Christine melanjutkan, “Setiap kali teringat akan dokter Quek, hati saya sedih dan hancur. Saya tidak bisa ditinggal sendirian tanpa dia. Saya selalu berada di sampingnya. Ke mana pun dia pergi, saya selalu bersamanya.”

Wanita Filipina ini sedang mengajukan permohonan izin tinggal permanen di Singapura. Kekayaan yang diperoleh dari majikannya itu tidak akan mengubah gaya hidupnya yang sederhana. “Saya tidak berpikir banyak dengan uang itu. Saya hanya akan menjalani hidup seperti apa adanya, seperti sebelumnya, dan bukan orang kaya,” katanya.

Ketika diwawancarai, wanita itu hanya mengenakan blus dipadu celana panjang, dan rambutnya dipotong pendek. “Saya masih seperti siapa saya sebelumnya. Saya tidak bisa berperilaku berbeda hanya karena saya telah mempunyai banyak uang. Teman-teman seasal yang bekerja sebagai PRT di sini (Singapura) tetap bergaul dengan saya, memperlakukan saya sama dengan teman yang lain,” ujarnya.

Singapura merupakan salah satu negara makmur yang menjadi tujuan PRT. Saat ini setidaknya ada 2.000.000 PRT asing di sini. Sebagian besar di antara mereka berasal dari Filipina dan Indonesia. (Sumber: Kompas.com).