APA KATA PERMADI SOAL MERAPI ?

MERAPI MEMANG MENYIMPAN BANYAK MISTERI DAN LEGENDA BERBAU MISTIS ! GUNUNG MERAPI DIPERCAYA SEBAGAI PUSAT KERAJAAN MAHLUK HALUS YANG DIHUNI OLEH KIAYI SAPU JAGAD. KONON ADA PULA NAMANYA MBAH PETRUK, “MBAHUREKSO” (PENGUASA MAHLUK HALUS)-NYA MERAPI. ADA PULA YANG MEMPERCAYAI BAHWA MERAPI  BUKANLAH GUNUNG BIASA TAPI SEBUAH KRATON MEGAH YANG DIHUNI OLEH PANEMBAHAN SENOPPATI.

ADA PULA LEGENDA TENTANG MBAH MARIJAN YANG “PEJAH GESANG NDEREK MERAPI” (MATI HIDUP IKUT MERAPI). ADA PULA LEGENDA BARU TENTANG MBAH PONIMIN (CALON KUAT PENGGANTI MBAH MARIDJAN) YANG SERING MENDAPAT BISIKAN DARI “MAHLUK GAIB”  YANG SELAMAT DARI TERJANGAN “WEDHUS GEMBEL” (AWAN PANAS) MERAPI BERKAT “LINDUNGAN” MUKENAH ISTERINYA !

Dari wawancara RCTI dengan Permadi SH mengenai pembahasannya tentang gunung Merapi yang saat ini sedang “marah” meledak-ledak, dapat diringkas isinya kurang lebih sebagai berikut :

1. Raja terakhir Kerajaan Majapahit adalah Pangeran Brawijaya V yang beragama Hindu.

2. Beliau memiliki putra bernama Raden Patah, yang diangkat menjadi Raja di wilayah Demak.

3. Raden Patah masuk Islam karena adanya pengaruh Islam yang dibawa oleh Pedagang Cina dari Tiongkok dan Wali Songo dan kelompoknya.

4. Atas pengaruh Pedagang Tiongkok, Wali Songo dan Pedagang Islam dari Timur Tengah, Raden Patah melakukan penyerbuan ke Kerajaan Majapahit sekaligus melakukan kudeta terhadap Ayahnya sendiri.

Dalam proses kudeta tersebut terjadi beberapa peristiwa besar :

1. Raden Patah mendapat kutukan dari Ayahnya sebagai “anak durhaka”.

2. Pangeran Brawijaya pergi ke Gunung Lawu dan meninggal disana.

3. Kerajaan Majapahit bubar.

4. Seluruh sisa peninggalan Agama Hindu di bumi hanguskan karena dianggap berhala.

5. Para penganut Agama Hindu yang taat (tidak mau menganut Islam) melarikan diri ke Bali dan ke puncak Gunung Bromo (Tengger).

6. Atas pengaruh Pedagang Muslim yang berasal dari Tiongkok, seluruh arca Budha tidak dihancurkan.

7. Masyarakat yang saat itu menganut agama Hindu dan masuk agama Islam, mereka tetap berpikir dan bertingkah laku sebagaimana Umat Hindu pada umumnya.

8. Pangeran Brawijaya mengutuk tindakan Raden Patah menyerbu kerajaan Majapahit yang banyak telah banyak membawa korban nyawa umat Hindu, dengan kutukannya sebagai berikut: “Bahwa dalam 500 tahun yang akan datang, seluruh Umat Hindu dan Keturunan Raja Majapahit akan “menagih kembali” hutang nyawa mereka melalui letusan Gunung Merapi yang dahsyat!

9. Permadi SH menyimpulkan bahwa letusan Merapi sekarang ini adalah saatnya “menagih kembalihutang nyawa mereka !  (Budi H.).

RADEN PATAH

Sumber: kiriman email dari Budi H.