SEMUT PEKERJA, SEMUT PEJANTAN DAN RATU SEMUT

Semut pekerja sedang mengangkut “kebutuhan pokok” mereka.

Semut adalah serangga eusosial yang berasal dari keluarga Formisidae, dan semut termasuk dalam ordo Himenoptera bersama dengan lebah dan tawon. Rayap, terkadang disebut semut putih, tidak memiliki hubungan yang erat dengan semut, walaupun mereka memiliki struktur sosial yang sama. Semut terbagi atas lebih dari 12.000 kelompok, dengan perbandingan jumlah yang besar di kawasan tropis. Semut dikenal dengan koloni dan sarang-sarangnya yang teratur, yang terkadang terdiri dari ribuan semut per koloni.

Jenis semut dibagi menjadi semut pekerja, semut pejantan, dan ratu semut. Satu koloni dapat menguasai dan memakai sebuah daerah luas untuk mendukung kegiatan mereka. Koloni semut kadangkala disebut superorganisme dikarenakan koloni-koloni mereka yang membentuk sebuah kesatuan. Sebagian besar anggota koloni semut adalah semut betina

RATU SEMUT bertugas bereproduksi (bertelur) dan sangat dijunjung tinggi oleh rakyatnya. Ratu semut bisa hidup hingga berumur 20 tahun.

Gambar-gambar  Ratu Semut beserta  beberapa ekor semut pekerja disekitarnya


SEMUT PEKERDJA (semuanya betina) tidak bertelur, melainkan mengabdikan dirinya mengurus telur-telur ratunya. Jadi Semua semut pekerja adalah betina. Pendek kata, semua komunitas semut sebenarnya terdiri atas ibu dan putrinya.


Mereka menghadapi risiko kerja yang tinggi, karena medium lembap yang dibutuhkan telur dan larva ideal bagi per-tumbuhan bakteri dan jamur yang berbahaya bagi kesehatan semut. Semua semut pekerja adalah betina. Pendek kata, semua komunitas semut sebenarnya terdiri atas ibu dan putrinya.


Semua keperluan sang ratu dipenuhi para pekerjanya. Hal terpenting yang dilakukan semut pekerja adalah melayani sang ratu dan memastikan bahwa sang ratu dan “bayinya” selamat.


Gambar-gambar semut pekerja biasa

Semut pekerja bergotong-royong mancari makanan.

Semut pekerja sedang menyimpan makanan untuk menjaga koloni dari kelaparan.

Semut pekerja sedang membantu kelahiran bayi semut keluar dari telur.


Telur semut sebagai harta karun yang paling berharga bagi koloni. Ketika semut merasakan bahaya mengancam larva, yang pertama ia lakukan adalah memindahkannya ke tempat aman. Akan tetapi, karena bayi semut mati jika berada di udara kering di luar sarang selama beberapa jam, para pekerja berusaha menjaga kelembapan udara tempat larva berada. Ada berbagai teknik yang mereka gunakan untuk hal ini. Pertama, mereka membangun sarang sedemikian rupa untuk menjaga kelembapan udara dan tanah. Selain itu, semut yang menjadi perawat bayi memindahkan semut muda naik-turun di dalam sarang untuk mencari tempat yang paling sesuai. Kebutuhan bayi semut berubah-ubah sesuai usia. Misalnya, telur dan larva membutuhkan lingkungan yang lembap, sedangkan kepompong semut harus diletakkan di lingkungan yang benar-benar kering. Para pekerja tetap melaksanakan tugasnya selama 24 jam tanpa henti untuk menyelesaikan kewajibannya.


Pada beberapa spesies semut, semut pekerja bisa memiliki ukuran tubuh yang berbeda-beda, disebut pekerja minor, median, dan major. Biasanya semut yang lebih besar memiliki kepala yang tidak proporsional besarnya, dan memiliki yang lebih kuat. Semut seperti ini seringkali disebut semuttentara” karena rahang mereka yang kuat membuat mereka lebih efektif ketika digunakan untuk bertarung dengan makhluk lainnya, namun mereka masih tetap seekor semut perkerja dan tugas mereka tidak banyak berbeda dengan pekerja minor atau median. Pada beberapa spesies semut tidak memiliki pekerja median, membuat pemisahan tegas dan perbedaan fisik yang jelas antara pekerja minor dan major.

Gambar-gambar semut pekerja tentara

Semut tentara bercirikan memiliki kepala yang besar. Tugas utamanya adalah menjaga sarang mereka dari serangan musuh.

Semut tentara berkepala besar dan semut pekerja biasa yang lebih kecil.

Semut tentara “super” dengan tubuh yang lebih besar dari semut pekerja biasa.


SEMUT PEJANTAN berusia lebih pendek. Satu-satunya tugas mereka ketika dewasa adalah mengawini ratu semut muda. Semut jantan mati tak lama setelah kawin, biasanya 2 minggu setelah kawin.


Gambar semut pejantan


Perkawinan semut berlangsung bagaikan sebuah upacara. Perkawinan semut kebanyakan terjadi di udara. Para semut pejantan datang lebih dahulu dan menunggu kedatangan sang ratu muda. Ketika seekor betina hinggap di tanah (si betina juga memiliki sayap), 5-6 pejantan mulai berlari mengelilingi sang ratu. Ketika si betina telah mendapatkan cukup sperma, ia mengirimkan sinyal berbentuk getaran. Pejantan memahami sinyal ini sebagai tanda bahwa si betina siap untuk melepaskan diri. Tak lama setelah perkawinan, semut pejantan mati. Meskipun demikian, pejantan yang sudah kawin ini meninggalkan sperma yang membentuk keturunannya, yang lahir bertahun-tahun setelah ia mati. Sperma ini disimpan oleh sang ratu yang dapat membuahi telur untuk menghasilkan semut baru.


Setiap ratu semut memiliki “bank sperma” dalam tubuhnya. Setelah menerima ejakulasi sperma dari pejantan, sang ratu menyimpan sperma dalam kantung oval di dekat ujung perutnya. Dalam organ spermatheca ini, setiap sperma dinonaktifkan secara fisiologis dan disimpan dalam keadaan ini selama bertahun-tahun. Ketika kelak sang ratu mengeluarkan sperma ini ke saluran reproduksinya, baik satu-satu maupun dalam kelompok kecil, sperma diaktifkan kembali dan siap membuahi telur yang masuk ke saluran dari indung telur.

Siklus kehidupan semut dimulai dari telur – larva – pupa – dewasa

Siklus kehidupan ratu semut, semut pejantan dan semut pekerja.

 

(Sumber: Wikipedia, Harunyahya, dan lainnya).

Iklan