CINA MEMBERI HADIAH BAGI SIAPA SAJA YANG BISA MENANGKAP IKAN PIRANHA !  

Zhang Kaibo, penduduk Liuzhou, Cina, menunjukkan telapak tangan kirinya yang luka-luka akibat digigit ikan piranha. (Sumber: Guardian).

Beijing. Seekor ikan piranha menebar teror di sebuah sungai di wilayah Liuzhou, China. Otoritas China pun menawarkan hadiah bagi siapapun yang mampu menangkap ikan tersebut, baik dalam keadaan hidup maupun mati.

Pemerintah setempat menyatakan akan memberi imbalan sebesar 1000 yuan atau sekitar Rp 1,4 juta kepada siapa saja yang bisa menangkap ikan pemakan daging ini. Keputusan ini diambil pasca seorang warga digigit oleh seekor ikan piranha ketika tengah memandikan anjingnya di Sungai Liujiang, pada Selasa  tanggal 10/7/2012. Diduga, ikan pemakan daging tersebut telah diimpor secara ilegal dari habitatnya di Amerika Selatan.

Pemerintah kota Liuzhou juga menyatakan, sungai tersebut untuk sementara ini dilarang untuk umum. Warga tidak diperbolehkan berenang maupun melakukan aktivitas lainnya di sungai tersebut.

“Sangat mengerikan ada ikan seperti itu di sungai ini. Saya tidak akan berenang di sungai ini lagi… Saya juga berharap agar mereka segera menangkap ikan tersebut,” ujar salah seorang warga setempat, Liu Junjie, kepada China Daily dan dilansir oleh AFP, Kamis (12/7/2012).

Seorang pria berhasil melihat ikan tersebut di sungai tapi tidak berhasil menangkapnya. Malah menurutnya, masih ada 2 ikan sejenis lainnya yang bebas berkeliaran di sungai tersebut. Tawaran hadiah oleh pemerintah setempat ini menarik perhatian banyak warga. Terlebih, jumlah imbalan yang ditawarkan cukup besar bagi para nelayan setempat. Sejak upaya perburuan ini diumumkan pada Selasa kemarin, warga pun berbondong-bondong ke Sungai Liujiang dengan membawa alat pancing dan penangkap ikan.

“Sejumlah rekan saya pergi menangkap ikan tersebut pada Selasa. Mereka berpikir bahwa uang yang mereka dapat dari 3 ekor piranha sama besarnya dengan pendapatan bulanan mereka. Bagaimana mereka bisa menolaknya,” ucap salah seorang warga Liuzhou lainnya, Zhu Feijie.

Agar ikan tersebut cepat ditangkap, pemerintah setempat bahkan menyediakan daging babi dan daging lainnya sebagai umpan bagi para pemancing. Bahkan pemerintah mencabut sementara larangan penggunaan jaring untuk menangkap ikan di wilayah tersebut.

Tapi hingga saat ini, belum ada satupun piranha yang berhasil ditangkap. Perburuan oleh warga setempat pun masih berlangsung.

Diketahui bahwa mengimpor ikan piranha untuk dipelihara dalam akuarium merupakan perbuatan melanggar hukum di China dan sejumlah negara Asia lainnya. Sebabnya, dikhawatirkan ikan ini akan kabur ke saluran air umum dan berkembang biak tanpa bisa dikontrol karena tidak ada predator yang memangsa mereka. Pada Desember lalu, kepolisian Filipina menangkap 5 orang yang menjual ikan piranha secara ilegal. (Sumber: Detik.com).

Foto yang diambil pada 8 Juli 2012 ini, menunjukkan gigi yang tajam dari ikan piranha yang ditemukan di Liuzhou, selatan Cina. Diketahui telah 2 orang digigit ikan piranha di Sungai Liujiang di wilayah Liuzhou, Cina.  (Sumber: Globaltimes).

Penduduk Liuzhou, Cina, berbondong-bondong memancing ikan piranha di sungai Liujiang. (Sumber: English.sina.com).

IKAN PIRANHA

 –

Ikan piranha  atau piraña adalah ikan air tawar  omnivora yang hidup di sungai-sungai di Amerika Selatan. Di sungai-sungai Venezuela, mereka disebut caribes. Mereka terkenal memiliki banyak gigi tajam dan pemakan daging. Walaupun mereka kecil, mereka sangat ganas. Ikan ini juga menggemari darah.  Ikan Piranha beramai-ramai memburu bersama mangsanya dan memakan hasil buruan mereka bersama. Mereka cuma mengambil waktu kurang dari satu menit untuk menghabiskan seekor anak bangau yang baru belajar terbang. Ikan Pirana mempunyai warna seperti ikan kembung iaitu warna hitam-kelabu. (Sumber: Wikipedia).

Jeremy Wade, pemancing Inggris, menangkap seekor ikan Piranha raksasa setelah melakukan pertarungan dengan ikan tersebut ketika melakukan ekspedisi memancing bersama krunya di sungai Kongo, Afrika. (Sumber: Dailymail).

 

Iklan