GEMPURAN ISRAEL KE GAZA, PALESTINA !

Tengah malam, Israel menggempur gedung pusat media di kota Gaza.

Sebanyak 69 warga Palestina dilaporkan tewas akibat serangan-serangan udara Israel yang membombardir Gaza sejak hari Rabu (14/11/2012)

Jumlah itu bertambah setelah 23 orang Palestina, yang mencakup 14 wanita dan anak-anak dilaporkan tewas, pada Ahad (18/11/2012), yang disebut sebagai hari paling mematikan dalam operasi pemboman di Jalur Gaza, kata Kementerian Kesehatan Hamas seperti dikutip AFP.

Sembilan anak, lima diantaranya bayi dan balita, serta lima wanita termasuk diantara korban dalam kekerasan itu.

Serangan-serangan itu berlangsung ketika upaya diplomatik ditingkatkan untuk berusaha mengakhiri pertumpahan darah tersebut, yang mulai terjadi pada Rabu dan juga menewaskan tiga warga Israel dan mencederai lebih dari 50 orang, kata sumber-sumber medis.

Sejauh ini serangan paling mematikan berlangsung di Kota Gaza bagian utara, dimana sebuah rudal menghancurkan bangunan tiga lantai, menewaskan sembilan anggota keluarga Al-Dallu, lima diantaranya anak-anak, dan dua orang lain, kata petugas medis. 

Militer Israel belum memberikan pernyataan segera mengenai serangan itu dan hanya mengatakan, angkatan udara menghantam “sejumlah sasaran di Kota Gaza bagian utara”.

Dengan kematian-kematian terakhir itu, jumlah korban tewas Palestina menjadi 69 dan korban cedera lebih dari 600 sejak serangan udara yang menewaskan seorang pemimpin militer Hamas, Ahmed Jabari, mengawali operasi militer Israel terhadap Gaza. (Sumber: Republika).

Warga Palestina memadamkan api dari mobil Ahmaed Jaabari, kepala sayap militer gerakan Hamas, Brigade Qassam Ezzedin, setelah  terkena serangan udara Israel di Gaza City, 14 November 2012.  Ahmaed Jaabari tewas dalam serangan udara tersebut.

Warga Palestina membawa jazad Ahmad Jabari, Jabari, kepala sayap militer gerakan Hamas, Ezzedin Brigade Qassam, selama pemakamannya di kota Gaza, 15 November, 2012.

Asap membumbung setelah serangan udara Israel di Jalur Gaza Utara.

Ledakan dan asap terlihat setelah serangan Israel di Kota Gaza.

Asap membumbung ke atas setelah serangan udara Israel pada gedung televisi Hamas Al-Aqsa di kota Gaza.

 Anggota Pertahanan Sipil Palestina membawa seorang pejuang di atas tandu setelah dia ditarik keluar dari bawah puing-puing rumah yang hancur setelah serangan udara Israel di Kota Gaza.

Rumah yang hancur setelah serangan udara Israel di Rafah, Gaza Selatan.

Warga Palestina sedang memeriksa puing-puing bangunan yang hancur setelah sebuah serangan udara Israel pada sebuah masjid, di kamp pengungsi Jabaliya, Jalur Gaza utara.

Seorang polisi Hamas memperhatikan sebuah rudal yang tidak meledak yang dijatuhkan oleh pesawat Israel di Kota Gaza, 17 November 2012.

Dua anak Palestina menyaksikan puing-puing rumah mereka yang hancur setelah serangan udara Israel di Beit Lahiya, Jalur Gaza Utara.

Warga Palestina menyelamatkan harta bendanya dari rumah mereka yang hancur akibat serangan udara Israel di Kota Gaza.

Regu penyelamat Palestina membawa tubuh seorang anak dari keluarga al-Dallu ke rumah sakit di kota Gaza pada 18 November, 2012, setelah tujuh anggota keluarga al-Dallu termasuk empat anaknya, di antara sembilan orang yang tewas ketika rudal Israel menyerang rumah warga sipil di kota Gaza.

Jihad Masharawi sambil menangis membopong tubuh anak laki-laki pertamanya berumur 11 bulan, Ahmad, di rumah sakit Shifa, setelah serangan udara Israel atas rumah keluarga mereka, di kota Gaza, November 14, 2012.

Para pelayat Palestina sedang mendoakan jazad bayi berusia 18 bulan, Eyad Abu Khosa, yang tewas dalam serangan udara Israel, pada upacara  pemakamannya di kamp pengungsi Burei di pusat Jalur Gaza pada 18 November 2012.

Seorang laki-laki Palestina membawa jazad anaknya, Tamer Abu Sefan, korban serangan Israel, usia tiga setengah tahun, pada pemakaman di desa Beit Lahia, di Jalur Gaza Utara, 18 Januari 2012.

Seorang pemuda Palestina melempar batu ke arah tentara Israel selama bentrokan di kota Tepi Barat Nablus, pada tanggal 18 November, 2011, protes atas tindakan militer Israel terhadap Palestina.

Seorang pemrotes Palestina melempar batu ke pasukan keamanan Israel, selama bentrokan, memprotes  operasi militer Israel ke Jalur Gaza, di pos pemeriksaan Hawara, dekat Tepi Barat kota Nablus.  

Polisi perbatasan Israel menahan seorang Palestina pelempar batu yang memrotes atas tidakan operasi militer Israel ke Jalur Gaza, di pos pemeriksaan Hawara dekat Tepi Barat kota Nablus.

Polisi perbatasan Israel menahan para pemuda Palestina pelempar batu yang memrotes atas tidakan operasi militer Israel ke Jalur Gaza, di pos pemeriksaan Hawara dekat Tepi Barat kota Nablus.

Pasukan tank Israel siap siaga untuk melakukan agresi ke wilayah Gaza dalam rangka “melibas” kaum militan Hamas, pada hari ke 5 serangan Israel terhadap Gaza

Seorang laki-laki Yahudi ultra ortodoks menyaksikan truk pengangkut kubah besi baterai anti-rudal di selatan kota Asdod, Israel.

Tentara Israel menonton peluncuran rudal Iron Dome anti (pencegat) rudal (missiles) di selatan kota Asdod, Israel.

Jalur asap terlihat setelah rudal ditembakkan oleh kaum militan Palestina dari kota Gaza terhadap Israel Selatan, 15 November 2012.

Seorang tentara Israel melempar meja bernoda darah dari sebuah gedung apartemen yang terkena roket Palestina dari Jalur Gaza, menewaskan tiga orang Israel di Kiryat Maleakhi, Israel Selatan, 15 November 2012.

Regu penyelamat mengevakuasi salah satu dari tiga mayat, korban roket Palestina yang diluncurkan dari Gaza yang menghantam sebuah gedung apartemen pada 15 November, 2012, di Kiryat Malachi, Israel.

Warga Israel berlindung di dalam pipa beton besar, setelah roket Palestina diluncurkan dari Jalur Gaza pada 15 November, 2012, di Kiryat Malachi, Israel.

(Sumber foto:  CBS News dan Telegraph)