JANGAN REMEHKAN SINGKONG, TERNYATA BANYAK MANFAATNYA

1. SINGKONG REBUS

Singkong rebus.

Umbi yang murah meriah ini mudah dijumpai di Indonesia, semua orang dari berbagai lapisan masyarakat dapat memakannya. Walaupun dikenal sebagai makanan kampung, singkong punya segudang manfaat untuk kesehatan Anda.

• Dilansir dari Nutrition and You, singkong memiliki jumlah kalori dua kali lipat dibandingkan kentang. Maka tak salah jika singkong menjadi salah satu makanan pokok sebagai sumber karbohidrat. Dalam 100 gram singkong, mengandung 160 kalori, sebagian besar terdiri dari sukrosa.

• Singkong lebih rendah lemak dibandingkan sereal dan kacang-kacangan. Walaupun begitu, singkong memiliki kandungan protein yang tinggi dibandingkan ubi, kentang dan pisang.

• Singkong kaya akan vitamin K yang memiliki peran dalam membangun masa tulang. Sehingga konsumsi singkong dapat menurunkan risiko osteoporosis.  Selain itu, vitamin K akan melindungi dan berperan penting dalam pengobatan pasien Alzheimer dengan membatasi kerusakan saraf di otak.

• Umbi yang lezat ini merupakan sumber dari vitamin B kompleks dan kelompok vitamin seperti folates, thiamin, piridoksin (vitamin B-6), riboflavin, dan asam antotenat. Riboflavin berperan dalam pertumbuhan tubuh dan memproduksi sel darah merah untuk mengurangi anemia.

• Singkong merupakan sumber mineral yang penting bag tubuh, antara lain seng, magnesium, tembaga, besi, dan mangan. Selain itu, singkong memiliki jumlah kalium yang cukup sebagai komponen penting pembentukan sel tubuh dan mengatur tekanan darah.

• Sebuah penelitian seperti dilansir Affleap menunjukkan manfaat singkong sebagai penurun kadar kolesterol jahat dalam darah. 

* Tidak hanya itu, singkong juga dapat turunkan kadar trigliserida & jadi sumber serat yang bagus. 

Tak heran jika singkong dapat turunkan risiko penyakit jantung, stroke, kanker usus besar & membantu mengendalikan diabetes. Dengan catatan, singkong diolah dengan cara di KUKUS / REBUS !

 

KETELA POHON (SINGKONG)

2. POHON SINGKONG

Ketela pohon, ubi kayu, atau singkong (Manihot utilissima) adalah tanaman perdu tahunan tropika dan subtropika dari suku Euphorbiaceae. Umbinya dikenal luas sebagai makanan pokok penghasil karbohidrat dan daunnya sebagai sayuran.

Klasifikasi ilmiah

Kerajaan:

Plantae

Divisi:

Magnoliophyta

Kelas:

Magnoliopsida

Ordo:

Malpighiales

Famili:

Euphorbiaceae

Upafamili:

Crotonoideae

Bangsa:

Manihoteae

Genus:

Manihot

Spesies:

M. esculenta

Nama binomial

Manihot esculenta
Crantz

DESKRIPSI

Ketela pohon adalah tanaa perdu , bisa mencapai 7 meter tinggi, dengan cabang agak jarang. Akar tunggang dengan sejumlah akar cabang yang kemudian membesar menjadi umbi akar yang dapat dimakan. Ukuran umbi rata-rata bergaris tengah 2-3 cm dan panjang 50-80 cm, tergantung dari klon/kultivar. Bagian dalam umbinya berwarna putih atau kekuning-kuningan. Umbi singkong tidak tahan simpan meskipun ditempatkan di lemari pendingin. Gejala kerusakan ditandai dengan keluarnya warna biru gelap akibat terbentuknya asam sianida yang bersifat meracun bagi manusia.

Umbi ketela pohon merupakan sumber energi yang kaya karbohidrat namun sangat miskin protein. Sumber protein yang bagus justru terdapat pada daun singkong karena mengandung asam amino metionina.

SEJARAH DAN PENGARUH EKONOMI

Manihot esculenta pertama kali dikenal di Amerika Selatan kemudian dikembangkan pada masa prasejarah di Brasil dan Paraguay. Bentuk-bentuk modern dari spesies yang telah dibudidayakan dapat ditemukan bertumbuh liar di Brasil selatan. Meskipun spesies Manihot yang liar ada banyak, semua kultivar M. esculenta dapat dibudidayakan.

Produksi singkong dunia diperkirakan mencapai 184 juta ton pada tahun 2002. Sebagian besar produksi dihasilkan di Afrika 99,1 juta ton dan 33,2 juta ton di Amerika Latin dan Kepulauan Karibia.

Singkong ditanam secara komersial di wilayah Indonesia (waktu itu Hindia Belanda) pada sekitar tahun 1810, setelah sebelumnya diperkenalkan orang Portugis pada abad ke-16 ke Nusantara dari Brasil.

PENGOLAHAN

Umbi singkong dapat dimakan mentah. Kandungan utamanya adalah pati dengan sedikit glukosa sehingga rasanya sedikit manis. Pada keadaan tertentu, terutama bila teroksidasi, akan terbentuk glukosida racun yang selanjutnya membentuk asam sianida (HCN). Sianida ini akan memberikan rasa pahit. Umbi yang rasanya manis menghasilkan paling sedikit 20 mg HCN per kilogram umbi segar, dan 50 kali lebih banyak pada umbi yang rasanya pahit. Proses pemasakan dapat secara efektif menurunkan kadar racun. Dari pati umbi ini dibuat tepung tapioka (kanji).

PENGGUNAAN

Dimasak dengan berbagai cara, singkong banyak digunakan pada berbagai macam masakan. Direbus untuk menggantikan kentang, dan pelengkap masakan. Tepung singkong dapat digunakan untuk mengganti tepung gandum, baik untuk pengidap alergi.

KADAR GIZI

Kandungan gizi singkong per 100 gram meliputi:

  • Kalori 121 kal
  • Air 62,50 gram
  • Fosfor 40,00 gram
  • Karbohidrat 34,00 gram
  • Kalsium 33,00 miligram
  • Vitamin C 30,00 miligram
  • Protein 1,20 gram
  • Besi 0,70 miligram
  • Lemak 0,30 gram
  • Vitamin B1 0,01 miligram

ETIMOLOGI DAN SINOMIM

Singkong adalah nama lokal di kawasan Jawa Barat untuk tanaman ini. Nama “ubi kayu” dan “ketela pohon” dipakai dalam bahasa Melayu secara luas. Nama “ketela” secara etimologi berasal dari kata “castilla” (dibaca “kastilya”), karena tanaman ini dibawa oleh orang Portugis dan Castilla (Spanyol).

Dalam bahasa lokal, bahasa Jawa menyebutnya pohung, bahasa Sangihe bungkahe, bahasa Tolitoli kasubi, dan bahasa Sunda sampeu. (Sumber: Wikipedia).

BEBERAPA JENIS SINGKONG

 1. Singkong kuning/ singkong mentega

3. SINGKONG KUNING

Singkong kuning ini memiliki tekstur lebih kenyal dan legit serta warna yang kuning. Hasil masakan yang dibuat dengan singkong ini memilki warna yang cantik dan menggugah selera. Singkong jenis ini dapat dibuat untuk berbagai menu seperti aneka kue atau camilan dan masakan gurih seperti singkong daging pedas, pizza singkong, dan lainnya. Selain itu, singkong kuning sering dibuat menjadi tape singkong dengan rasa yang manis dan warna kuning yang cantik.

 2. Singkong putih

4. SINGKONG PUTIH

Singkong putih memiliki tekstur lebih keras dan warna yang putih. Singkong ini cocok untuk aneka resep yang menggunakan teknik rebus atau kukus seperti kolak singkong, singkong Thailand, sup singkong daging, dan lain sebagainya.

 3. Singkong gajah

5. GAJAH

Singkong gajah ditemukan oleh Professor  Ristono di Samarinda. Singkong Gajah bisa dibuat tepung tapioca / tepung / pati, bisa juga untuk dikonsumsi setelah direbus, digoreng atau diolah menjadi berbagai jenis olahan. Rasanya lebih enak dan tidak pahit.

4. Singkong Mukibat

6. MUKIBAT

Singkong Mukibat bukan hasil dari benih perkawinan silang tapi hasil dari okulasi atau penyambungan antar batang. Pak Mukibat menyambung singkong biasa dengan singkong karet, menggunakan teknik penempelan mata tunas. Kulit yang ada mata tunasnya, dipotong segi empat dengan ukuran sama pada batang singkong biasa maupun batang singkong karetnya. Tunas pada singkong biasa dibuang, sementara tunas pada singkong karet ditempelkan pada batang singkong biasa, yang sudah dibuang mata tunasnya. Setelah di tanam hasilnya sangat luar biasa. Dengan sistem pemanenan berulang, sebuah ketela pohon dapat memproduksi hingga 5 kali lipat dari yang biasanya. Biasanya para petani menanam singkong lebih banyak untuk diambil patinya, daripada untuk dikonsumsi.

Memilih Singkong Yang Baik

Selain singkong di atas kita juga sering menjumpai singkong dengan warna putih kebiru- biruan dibagian tepinya, hal ini menandakan singkong sudah lama dicabut  dari pohonnya dan telah teroksidasi sehingga mengeluarkan rasa pahit/racun dari asam sianida. Singkong jenis ini sebaiknya tidak dikonsumsi karena tidak enak untuk dimasak, selain pahit teksturnya pun akan keras dan bantet (tidak terbuka tekstur/seratnya).