BINATANG


CUMI RAKSASA SEUKURAN MINIBUS BERBOBOT 350 KG

John Bennett

Cumi-cumi raksasa seukuran minibus dan berbobot 350 kg yang telah dibekukan selama 8 bulan di museum Te Papa, Wellington, Selandia Baru kini mulai dicairkan guna untuk penelitian. Para ilmuwan memiliki kesempatan untuk menguak salah satu mahkluk laut misterius itu.

Salah seorang ilmuwan dari Auckland University of Technology, Kat Bolstad menggambarkan bahwa mahkluk itu sangat besar dan indah. (lebih…)

ORANG UTAN GOSOK GIGI !

1. ORANG UTAN

2. ORANG UTAN

3. ORANG UTAN

Sumber : Dailymail

LOMBA LARI BANTENG DI FESTIFAL SAN FERMIN

San Fermin festival: Cebada Gago bulls

Lomba lari banteng (running bull) pada dini hari merupakan atraksi penting dalam perayaan San Fermin di kota Pamplona, Spanyol, yang pernah diabadikan melalui karya Ernest Hemingway dalam novel The Sun Also Rises pada 1926 dan kini menarik ratusan ribu wisatawan.

 –

Lomba lari banteng ini melibatkan beberapa ekor banteng (bahkan lusinan) yang dilepas disebuah lorong jalan. Banteng dilepas setelah sekerumunan besar orang berlari di lorong yang disiapkan di kota Pamplona untuk festival itu. Banteng-banteng itu lalu juga berlari masuk ke dalam kerumunan orang yang juga makin kencang berlari. Banteng yang terlepas dari kelompoknya berlari dan menyeruduk apa saja di depan dia. Di sinilah kemudian “seni” lomba lari itu, karena banteng bisa marah dan menyeruduk atau menanduk ke sana-sini sesuka hatinya.

Ratusan pelari, kebanyakan berpakaian putih dengan ikat leher merah, mengikuti lomba lari berjarak 848,6 meter di kota Pamplona yang berangin dan jalan batu menuju arena banteng. Sebagian pemberani berlari hanya dengan jarak sepanjang lengan di depan banteng dengan lengkungan tanduknya yang berbahaya sementara yang lain mengejar dari belakang dalam ajang lari yang padat dan disaksikan oleh ribuan warga Spanyol melalui siaran langsung televisi Spanyol.

 –

Tentu saja atraksi berbahaya ini menelan korban luka-luka bahkan korban tewas. Sebanyak 16 pos pertolongan kecelakaan didirikan pada sepanjang jalur lari,  kira-kira setiap 53 meter, masing-masing dilengkapi ambulans untuk mengangkut korban luka parah ke rumah sakit, apabila diperlukan.

Hewan-hewan berbobot antara 510 hingga 575 kilogram yang dilepas itu setelah digiring masuk arena adu banteng-manusia akan dibunuh oleh matador pada tengah hari. (Sumber: Antaratv.com dan sumber lainnya).

2 BANTENG

2A. BANTENG

3. BANTENG

3A. BANTENG

4. BANTENG

(lebih…)

GAJAH MATI DITERJANG  KERETA API DI INDIA !

Foto-foto di bawah ini menunjukkan tubuh seekor gajah raksasa yang mati secara tragis setelah ditabrak oleh kereta api cepat di Benggala Barat, India. Kereta api penumpang cepat tersebut menghantam sang gajah saat ia menyeberang rel kereta api dan mati seketika ! Saat ini ada sekitar 26 ribu ekor gajah liar yang berkeliaran di India.

2. GAJAH

1. GAJAH

3. GAJAH

Sumber: Dailymail

POLISI CINA TANGKAPI RATUSAN  AYAM DI JALAN RAYA !

1. AYAM 

Ratusan ayam kabur  ketika sebuah truk penuh dengan ribuan ekor ayam terbalik di sebuah jalan raya di Cina dan berlarian di jalan raya dan di padang rumput sekitarnya. Kejadiannya  berlangsung di barat daya Provinsi Guizhou, Cina. Polisi lalu lintas berusaha memburu ratusan ayam itu untuk menangkapnya dan menempatkan mereka kembali ke kandangnya. Pelarian ayam tersebut membuat polisi Cina terpaksa menutup bagian dari jalan raya itu. Truk yang terguling membawa 3.000 ekor ayam dalam kandang-kandang kecil dimana 900 ekor ayam sempat kabur. Dilaporkan bahwa sopir truk sebelumnya merem kendaraannya di jalan raya yang dipenuhi kabut lalu truk tersebut meliuk dan terguling. (Sumber: Telegraph).

2. AYAM


BABIRUSA

1. BABI RUSA

Babirusa adalah marga hewan dari beberapa jenis babi liar yang hanya terdapat di sekitar Sulawesi, Pulau Togian, Malenge, Sula, Buru dan pulau-pulau Maluku lainnya. Habitat babirusa banyak ditemukan di hutan hujan tropis. Hewan ini gemar melahap buah-buahan dan tumbuhan, seperti mangga, jamur dan dedaunan. Mereka hanya berburu makanan pada malam hari untuk menghindari beberapa binatang buas yang sering menyerang.

 

Panjang tubuh babirusa sekitar 87 sampai 106 sentimeter. Tinggi babirusa berkisar pada 65-80 sentimeter dan berat tubuhnya bisa mencapai 90 kilogram. Meskipun bersifat penyendiri, pada umumnya mereka hidup berkelompok dengan seekor pejantan yang paling kuat sebagai pemimpinnya.

 

Binatang yang pemalu ini bisa menjadi buas jika diganggu. Taringnya panjang mencuat ke atas, berguna melindungi matanya dari duri rotan. Babirusa betina melahirkan satu sampai dua ekor satu kali melahirkan. Masa kehamilannya berkisar antara 125 hingga 150 hari. Bayi babirusa itu akan disusui selama satu bulan, setelah itu akan mencari makanan sendiri di hutan bebas. Selama setahun babirusa betina hanya melahirkan satu kali. Usia dewasa seekor babirusa lima hingga 10 bulan, dan dapat bertahan hingga usia 24 tahun.

 

Mereka sering diburu penduduk setempat untuk dimangsa atau sengaja dibunuh karena merusak lahan pertanian dan perkebunan. Populasi hewan yang juga memangsa larva ini kian sedikit hingga termasuk dalam daftar hewan yang dilindungi. Jumlah mereka diperkirakan tinggal 4000 ekor dan hanya terdapat di Indonesia.

 

Sejak tahun 1996 hewan ini telah masuk dalam kategori langka dan dilindungi oleh IUCN dan CITES. Namun masih sering dijumpai perdagangan daging babirusa di daerah Sulawesi Utara. Karena itu, pusat penelitian dan pengembangan biologi LIPI bekerja sama dengan pemerintah daerah setempat beserta Departemen Kehutanan dan Universitas Sam Ratulangi mengadakan program perlindungan terhadap hewan langka ini. Perlindungan tersebut meliputi pengawasan habitat babirusa dan membuat taman perlindungan babirusa di atas tanah seluas 800 hektar. (Sumber: Wikipedia).

2. BABIRUSA

3. BABIRUSA

4. BABIRUSA

5. BABIRUSA

6. BABIRUSA

GERENUK 1

The gerenuk, Litocranius walleri, also known as the Waller’s gazelle, is a long-necked species of antelope found in dry thorn bush scrub and desert in East Africa, from Somalia, Djibouti and eastern Ethiopia through northern and eastern Kenya to northeastern Tanzania. The word gerenuk (pronounced with a hard g) comes from the Somali language, meaning “giraffe-necked”. Gerenuk are sometimes also called the giraffe-necked antelope. It is the sole member of the genus Litocranius.

Gerenuks have a relatively small head for their body, but their eyes and ears are proportionately large. Only the males have horns and they also have a more muscular neck than females. Both sexes have ruddy brown coats with a paler underbelly . They have short, black tipped tails. The gerenuk is easily recognizable from its distinctive long and skinny neck which can be elongated further if need be for activities like feeding off the taller brambles and undergrowth of the desert. It also has remarkably long slender legs which are another great advantage as they can gallop away into the distance at very high speeds from any form of predator trying to attack. However, because of the extreme length of their legs, they can be more liable to fracture of the leg bone. There have been numerous occasions in which gerenuks actually snapped their long legs due to tripping and stumbling along the ground. From head to tail, the gerenuk is around 150 centimetres (59 in) long. Males are a little taller than females, at 89–105 cm (35–41 in) tall, with the females typically 80–100 cm (31–39 in) tall. The male is also heavier than the female, weighing 45 kilograms (99 lb), while females weigh around 30 kg (66 lb). Many breeders of gerenuks and zoologists have described gerenuks as being extremely humble animals, always helping fellow gerenuks. In ancient African tribal tales, the gerenuk has often been crowned ‘Queen of Humbleness’. (Source: Wikipedia).

GERENUK 3

GERENUK 4

GERENUK 2

 

Laman Berikutnya »