SEJARAH


MUHAMMAD ALI BERTANDING DI JAKARTA TAHUN 1973

MUHAMMAD ALI DI JAKARTA TAHUN 1973

Petinju legendaris Muhammad Ali sedang menikmati naik becak di Jakarta tahun 1973. (Sumber foto : Facebook Rizal Faizal)

Petinju legendaris Muhammad Ali pertama kali menginjakkan kaki di bumi Indonesia pada tahun 1973. Pada 20 Oktober 1973, Ali “menyiksa” lawannya, Rudi Lubbers, selama 12 ronde dalam pertandingan kelas berat tanpa gelar di Istora Senayan, Jakarta. Oleh publik dan pers Indonesia, pertandingan Ali vs Lubbers disebutkan sebagai pertandingan eksibisi, namun nyatanya ini adalah pertandingan resmi, walau tidak memperebutkan gelar.

Kesan pertama berkunjung ke negara Indonesia pada tahun 1973 adalah “Sebuah negara yang unik, di mana penduduknya sangat bersahabat, dan selalu tersenyum kepada siapapun.”

Setelah beberapa kali kunjungan ke negara Indonesia, Ali yang sudah pensiun dari dunia tinju terakhir menginjakkan kaki di bumi Indonesia pada 23 Oktober 1996, dan sempat bertemu pejabat tinggi di negeri ini. (Sumber: Wikipedia).

Iklan

U.S. PRESIDENTS WHO HAVE BEEN PORTYAED IN MOVIES

1.

2.

3.

4.

5.

6.

(lebih…)

KOMIDI PUTAR YANG TERLANTAR

KOMIDI PUTAR

Komidi putar yang terlantar di suatu tepi jalan di kota Chernobyl (Sumber: Englishrussia.com).

Chernobyl adalah sebuah kota tak berpenghuni di Ukraina utara, tepatnya di Oblast Kiev dekat dengan perbatasan Belarusia. Kota ini ditinggalkan penghuninya tahun 1986 setelah bencana ledakan pembangkit listrik tenaga nuklir yang terkenal sebagai Bencana Chernobyl yang terletak 14,5 km utara-barat laut. Pembangkit tersebut dinamakan sesuai dengan nama kotanya, dan terletak di Chernobyl Raion (distrik), tetapi bukan merupakan tempat tinggal bagi pekerjanya. Pada saat pembangunan pembangkit tersebut, sebuah kota kembar, Prypiat dibangun didekatnya untuk para pekerjanya. (Sumber: Wikipedia).

NAZIS AS SEEN BY RUSSIANS !

1. NAZI

2 NAZI

3. NAZI

Source : Englishrussia.com

GUNUNG KELUD MELETUS !

1. KELUD

Gunung Kelud mulai meletus dan mengeluarkan ratusan ribu kubik material vulkanis, Kamis (13/2/2014) sekitar pukul 23.00. Suara ledakannya sangat dahsyat, terdengar hingga di Kota Kediri yang berjarak 45 km dari kubah lava.

“Gunung Kelud telah meletus pada pukul 22.50 WIB, suara letusan eksplosifnya sangat dahsyat,” ujar Gede Suartika, Pejabat Pelaksana Bidang Pengamanan dan Penyelidikan Gunung Api, saat dikonfirmasi, Kamis (13/2/2014) malam.

Letusan Gunung Kelud yang baru saja terjadi sudah mulai berdampak terhadap warga Kediri. Beberapa daerah hingga di kawasan Kota Pare mulai dilanda hujan kerikil.

Salah satu warga Pare, Ajeng Pinto, mengatakan, hujan kerikil terus berlangsung sejak pukul 23.30 WIB. “Semula saya kira suara hujan besar saja, ternyata hujan kerikil. Kerikilnya besar-besar, ini warga kampung sudah mulai panik,” ujar Ajeng saat dihubungi, Kamis (13/2/2014) malam.

Menurutnya, hujan kerikil terjadi sangat lebat sehingga warga mulai khawatir kekuatan atap tidak bisa menahan.

Sementara itu, ribuan warga di lereng Kelud memadati jalan menuju tempat evakuasi. Mereka dari beberapa desa di Kecamatan Ngancar. Untuk saat ini, warga Kecamatan Ngancar ditempatkan di Balai Desa Tawang di Kecamatan Wates.

Sebelumnya, aktivitas kegempaan Gunung Kelud di Kabupaten Kediri, Jawa Timur, semakin kritis. Statusnya meningkat jadi Awas, dari sebelumnya Siaga (level III). Warga sudah mulai mengungsi.

Status Awas adalah level IV, status peringatan tertinggi dari gunung api berdasarkan ancamannya.

Pantauan Kompas.com di wilayah paling dekat dengan kawah Kelud menunjukkan bahwa saat ini warga sudah bersiap mengungsi. Mereka terlihat berkumpul di depan rumah masing-masing, membawa barang berharganya.

Beberapa kendaraan bak terbuka juga terlihat bersiaga di pinggir jalan. Kendaraan tersebut akan digunakan sebagai alat pengangkut.

Suprapto, perangkat Desa Sugihwaras, mengatakan, saat ini status Gunung Kelud ditingkatkan menjadi Awas. Pusat Vulkanologi, Mitigasi, dan Bencana Geologi (PVMBG) merekomendasikan agar wilayah dalam radius 10 kilometer dari pusat kawah harus steril.

“Prioritas utama ada di tiga desa yang paling dekat dulu. Makanya, saat ini diungsikan,” kata Suprapto.

Selain menggunakan kendaraan roda empat, pengguna kendaraan roda dua pun tampak penuh sesak di jalan raya. Mereka membawa serta anggota keluarga dan barang berharga untuk menjauh dari lokasi. (Sumber: Kompas.com).

2. KELUD

3. KELUD

(lebih…)

LISA, KORBAN PENYIRAMAN AIR KERAS, TELAH MENJALANI OPERASI WAJAH KE 17

1 LISA

Dari kiri ke kanan, wajah Lisa sebelum disiram  air keras, setelah disiram air keras, dan setelah operasi face off yang ke 17.

Setelah menjalani operasi wajah selama 17 kali, akhirnya Siti Nur Jazilah alias Lisa (31 tahun), warga asal Turen, Kabupaten Malang, Jawa Timur, dilepas oleh tim dokter RSUD dr Soetomo Surabaya, Rabu siang (5/4/2014).

 

Lisa merupakan korban kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang terjadi sekitar 7 (tujuh) tahun silam. Wajah Lisa disiram dengan air keras oleh suaminya, Mulyono, pada Maret 2006. Akibatnya, seluruh wajah Lisa melepuh dan harus menjalani 17 operasi wajah secara total atau face off. Operasi face off terhadap Lisa ini adalah operasi face off yang pertama kali dilakukan di Indonesia dan oleh tim dokter Indonesia.

 

Selanjutnya, pada 28 Maret 2006, seluruh wajah Lisa diganti dengan kulit punggungnya selebar 32 sampai 40 centimeter, yang kemudian disambung dengan pembuluh darah depan.

 

Tanggal 27 April 2006, tim dokter memperbaiki kelopak mata, merapikan luka bekas operasi bibir, garis pipi, leher, pelipis dan punggung. 19 Juli 2006, dilakukan operasi pelebaran garis bibir, membuat lubang hidung, dan menipiskan kedua kelopak mata.

 

9 Oktober 2006, menipiskan dahi, mengoreksi hidung kanan, dan melebarkan sudut mulut. 5 Januari 2007, penipisan kulit wajah bagian pipi, dahi, ujung kelopak mata, serta menghilangkan jaringan parut di wajah. 22 Maret 2007, menipiskan dahi, mata, hidung, dagu dan leher.

 

Selanjutnya, 20 Juni 2007. Tim dokter melakukan operasi menghilangkan jaringan parut, memperbaiki dahi dan bibir. 27 Agustus 2007, menipiskan pipi kiri dan kanan. 6 November 2007, meneruskan kedua pipi dan pelipis dengan teknik sedot lemak.

 

15 Januari 2008, membentuk hidung dari tulang rusuk, membuat kelopak mata dan membersihkan jaringan parut di atas dan bawah mulut. 17 April 2008, memperbaiki sudut mulut kanan dan kiri, leher, kelopak mata. 12 Agustus 2008, memperbaiki kelopak mata di bagian kiri dan kanan.

 

Kemudian pada 7 Januari 2009, menipiskan muka sebelah kanan, menghilangkan keloid di daerah leher, dan memperbaiki daun telinga kanan. 22 Oktober 2009, melebarkan kelopak mata kiri dan kanan dan lubang hidung serta sudut mulut sebelah kanan.

 

Medio 22 Juni 2010, meninggikan hidung, memperbaiki dagu dan melebarkan hidung kanan. Kemudian 28 Juli 2011, memperbaiki tiga titik di wajah, hidung, bibir dan pipi kanan. Dan operasi terakhir, yaitu yang ke 17 dilakukan pada 27 Febuari 2013. Operasi ini untuk memperbaiki kelopak mata kanan bagian atas, bibir dan sudut pipi.

 

Ketua Tim Bedah Plastik Face Off, Prof dr Sjaifuddin Noer SpBP-K mengatakan, ke 17 operasi itu dilakukan, karena posisi kulit wajah yang berubah-ubah. “Operasi itu kira-kira dilakukan selama 20 jam. Karena posisinya berubah dalam beberapa posisi. Dan Alhamdulillah, posisi itu berhasil diperbaiki dengan baik,” kata dia saat hendak melepas Lisa untuk kembali bersosialisasi dengan masyarakat.

 

Setelah menjalani operasi yang ke 17, lanjut dia, Lisa sudah bisa kita lepas kembali ke masyarakat setelah selama tujuh tahun tinggal di ruang khusus di RSUD dr Soetomo. “Tentu dalam proses. Selama satu tahu kita akan melakukan pendampingan. Lisa kita lepas, maksudnya bukan dilepas total, tapi ada pertemuan selama satu minggu sekali,” tandas dia. (Sumber: Merdeka.com).

2. LISA

Ketua Tim Face Off RSU dr Soetomo, Prof Dr dr Sjaifuddin Noer SpBP(K) didampingi Dr. David S. Perdanakusuma, dr., SpBP (K) menjelaskan titik wajah Siti Nur Jazilah alias Lisa pasien face off yang dioperasi usai operasi koreksi wajah ke-17 di Gedung Bedah Terpadu (GBPT), Rabu (27/2/2013). Operasi wajah tersebut difokuskan di 3 titik, yaitu di bagian kelopak mata kanan bagian atas, bibir dan sudut pipi. (Sumber: Suryaonline). 

3. LISA

Tim dokter melakukan operasi wajah Siti Nur Jazilah alias Lisa pasien face off di Gedung Bedah Terpadu (GBPT) RSU dr Soetomo, Rabu, 27/2 /2013 (Sumber: Suryaonline).

4. LISA

Siti Nur Jazilah alias Lisa pasien face off berada di Ruang Pulih Sadar usai menjalani operasi koreksi wajah di Gedung Bedah Terpadu (GBPT) RSU dr Soetomo, Rabu, 27/2/2013. (Sumber: Suryaonline).

5. LISA

Wajah Siti Nur Jazila alias Lisa (31) setelah hampir 8 tahun menjalani rekonstruksi wajah atau face off akibat penyiraman air keras dalam upacara pelepasan di ruang serbaguna, Rabu (5/2/2014). Lisa diizinkan untuk hidup di luar rumah sakit setelah menjalani operasi rekontruksi wajah sebanyak 17 kali selama 7 tahun, akibat tersiram air keras pada tahun 2006. (Sumber: Suryaonline).

6. LISA

Siti Nur Jazila alias Lisa (31) saat ‘dilepas’ oleh tim dokter RSU dr Soetomo setelah hampir delapan tahun menjalani rekonstruksi wajah atau face off akibat penyiraman air keras dalam upacara pelepasan di ruang serbaguna, Rabu (5/2/2014). Lisa diizinkan untuk hidup di luar rumah sakit setelah menjalani operasi rekontruksi wajah sebanyak 17 kali selama 7 tahun, akibat tersiram air keras pada tahun 2006. (Sumber: Suryaonline).

 

7. LISA

Siti Nur Jazila alias Lisa (31) berbincang dengan Dr Nalini Muhdi Sp KJ usai ‘dilepas’ oleh tim dokter RSU dr Soetomo setelah hampir delapan tahun menjalani rekonstruksi wajah atau face off akibat penyiraman air keras dalam upacara pelepasan di ruang serbaguna, Rabu, 5/2/2014. (Sumber: Suryaonline).

PANGLIMA TINGGI VON MACKENSEN

1. VON MACKENSEN 

Anton Ludwig Agustus von Mackensen (6 Desember 1849 – 8 November 1945), terlahir dengan nama Agustust Mackensen, adalah seorang tentara Jerman dan seorang Paglima Tinggi (Field Marshal / Generalfeldmarschall). Ia menjalankan komando dengan sukses selama Perang Dunia Pertama (silahkan baca: Wikipedia) dan menjadi salah satu pemimpin militer paling menonjol pada Kekaisaran Jerman. (Sumber: Wikipedia).

2. MACKENSEN

3. MACKENSEN

Kaisar Jerman, Wilhelm II (kiri depan), dan Field Marshal von Mackensen (kanan depan).

4. MACKENSEN

Field Marshal von Mackensen sedang memeriksa pasukan Bulgaria diikuti di belakangnya oleh Putera Mahkota kerajaan Bulgaria, Pangeran Boris.

5. MACKENSEN

Von Mackensen bersama keluarganya.

Laman Berikutnya »