SPORT


MUHAMMAD ALI BERTANDING DI JAKARTA TAHUN 1973

MUHAMMAD ALI DI JAKARTA TAHUN 1973

Petinju legendaris Muhammad Ali sedang menikmati naik becak di Jakarta tahun 1973. (Sumber foto : Facebook Rizal Faizal)

Petinju legendaris Muhammad Ali pertama kali menginjakkan kaki di bumi Indonesia pada tahun 1973. Pada 20 Oktober 1973, Ali “menyiksa” lawannya, Rudi Lubbers, selama 12 ronde dalam pertandingan kelas berat tanpa gelar di Istora Senayan, Jakarta. Oleh publik dan pers Indonesia, pertandingan Ali vs Lubbers disebutkan sebagai pertandingan eksibisi, namun nyatanya ini adalah pertandingan resmi, walau tidak memperebutkan gelar.

Kesan pertama berkunjung ke negara Indonesia pada tahun 1973 adalah “Sebuah negara yang unik, di mana penduduknya sangat bersahabat, dan selalu tersenyum kepada siapapun.”

Setelah beberapa kali kunjungan ke negara Indonesia, Ali yang sudah pensiun dari dunia tinju terakhir menginjakkan kaki di bumi Indonesia pada 23 Oktober 1996, dan sempat bertemu pejabat tinggi di negeri ini. (Sumber: Wikipedia).

Iklan

MENUNGGU SANG PENANTANG !

CORRECTION Peru Daily Life

ADUH MAK, COPOT, COPOT, COPOT …..

COPOT

YOGA UNIK !

YOGA 

BARTER KETRAMPILAN !

BELAJAR

LOMBA LARI BANTENG DI FESTIFAL SAN FERMIN

San Fermin festival: Cebada Gago bulls

Lomba lari banteng (running bull) pada dini hari merupakan atraksi penting dalam perayaan San Fermin di kota Pamplona, Spanyol, yang pernah diabadikan melalui karya Ernest Hemingway dalam novel The Sun Also Rises pada 1926 dan kini menarik ratusan ribu wisatawan.

 –

Lomba lari banteng ini melibatkan beberapa ekor banteng (bahkan lusinan) yang dilepas disebuah lorong jalan. Banteng dilepas setelah sekerumunan besar orang berlari di lorong yang disiapkan di kota Pamplona untuk festival itu. Banteng-banteng itu lalu juga berlari masuk ke dalam kerumunan orang yang juga makin kencang berlari. Banteng yang terlepas dari kelompoknya berlari dan menyeruduk apa saja di depan dia. Di sinilah kemudian “seni” lomba lari itu, karena banteng bisa marah dan menyeruduk atau menanduk ke sana-sini sesuka hatinya.

Ratusan pelari, kebanyakan berpakaian putih dengan ikat leher merah, mengikuti lomba lari berjarak 848,6 meter di kota Pamplona yang berangin dan jalan batu menuju arena banteng. Sebagian pemberani berlari hanya dengan jarak sepanjang lengan di depan banteng dengan lengkungan tanduknya yang berbahaya sementara yang lain mengejar dari belakang dalam ajang lari yang padat dan disaksikan oleh ribuan warga Spanyol melalui siaran langsung televisi Spanyol.

 –

Tentu saja atraksi berbahaya ini menelan korban luka-luka bahkan korban tewas. Sebanyak 16 pos pertolongan kecelakaan didirikan pada sepanjang jalur lari,  kira-kira setiap 53 meter, masing-masing dilengkapi ambulans untuk mengangkut korban luka parah ke rumah sakit, apabila diperlukan.

Hewan-hewan berbobot antara 510 hingga 575 kilogram yang dilepas itu setelah digiring masuk arena adu banteng-manusia akan dibunuh oleh matador pada tengah hari. (Sumber: Antaratv.com dan sumber lainnya).

2 BANTENG

2A. BANTENG

3. BANTENG

3A. BANTENG

4. BANTENG

(lebih…)

SEPEDA BALAP !

SEPEDA BALAP

Laman Berikutnya »